Haposan Hutagalung Dilantik Sebagai Ketum DPW Rahutbona Sejabodetabek 2021-2026


798 view
Haposan Hutagalung Dilantik Sebagai Ketum DPW Rahutbona Sejabodetabek 2021-2026
Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita
St Drs Yokie M Hutagalung MM (Ketiga dari kanan) menyerahkan pataka organisasi kepada Ketum Rahutbona DPW Se-Jabodetabek Periode 2021-2026 Penatua (Pnt) Haposan Hutagalung SH (Kedua dari Kanan) didampingi istri, yang digelar di di Leisure Inn Arion Hotel, Jakarta, Jumat (3/12/2021). 

Jakarta (harianSIB.com)

Haposan Hutagalung SH dilantik sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SiRaja Hutagalung Dohot Boruna (Rahutbona) Sejabodetabek Periode 2021-2026 yang diadakan di Leisure Inn Arion Hotel, Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Sebelum pelantikan digelar ibadah dengan liturgis St Birma Hutagalung dan Firman Tuhan dibawakan Evangelis Arion Hutagalung, MA. Dalam kotbahnya, Arion Hutagalung mengatakan perselisihan dan salah pengertian tidak dapat dihindari dalam organisasi.

“Namun terjadinya konflik karena berbeda pendapat dalam berorganisasi jangan sampai menjadi luka yang panjang. Harus segera didamaikan,” jelas dia.

Usai ibadah, Ketua Umum Rahutbona DPW Se-Jabodetabek Periode 2016-2021 St Drs Yokie M Hutagalung MM menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Dilanjutkan pelantikan Ketum Rahutbona DPW Se-Jabodetabek Periode 2021-2026 yang ditandai dengan penyerahan pataka, tungkot panaluan, penyematan topi dan stola kepada Penatua (Pnt) Haposan Hutagalung, SH. Juga, dilakukan pengukuhan seluruh pengurus Rahutbona DPW Se-Jabodetabek Periode 2021-2026 yang ditandai dengan penyematan stola.

Dalam sambutannya, Yokie Hutagalung menegaskan perpecahan tidak dikehendaki di punguan marga Hutagalung. “Sebab itu, dengan segala kerendahan hati dibuatkan semboyan ‘Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu’. Artinya, hanya satu Hutagalung (satu bapak, enam anak),” ujar dia.

“Jangan sampai marga ini pecah menjadi beberapa perkumpulan seperti yang terjadi di beberapa marga Batak, lantaran, misalnya, tidak mengakui siapa yang Siakkangan (sulung) dan siampudan (bungsu). Hal semacam ini, kami tidak inginkan,” imbuh Yokie yang juga Ketum Rahutbona Sedunia ini.

Sementara Haposan Hutagalung mengutarakan dalam kepengurusannya, ditengah pandemi Covid-19, Punguan Hutagalung yang kini sudah mencapai anggota 7000 KK ini agar tetap taat protokol kesehatan.

“Kita juga akan membantu saudara kami yang terkena dampak pandemi, seperti ada yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan lain-lain,” urai dia.

“Di organisasi ini juga kami tidak persoalkan agama. Karena itu, mengajak juga saudara kami Hutagalung yang beragama Islam menjadi pengurus. Bagi kami, terlepas dari agamanya apapun, darah kami sama-sama Hutagalung. Kekompakan ini mesti kita jaga,” tambah Haposan.

Ketua Bidang Organisasi, Dr Rory Hutagalung menambahkan, “Kita berencana jemput bola dengan melakukan kunjungan safari ke daerah guna melihat keadaan saudara-saudari kami disana, mendengar mereka dan mencoba memikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk mereka.” (*)

Penulis
: Victor Ambarita
Editor
: Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com