Heboh Nama Bupati Karanganyar di Amplop Bansos, Baznas Pusat Kirim Tim Investigasi


180 view
Heboh Nama Bupati Karanganyar di Amplop Bansos, Baznas Pusat Kirim Tim  Investigasi
(Istimewa)
Amplop bantuan sosial tunai untuk PKL terdampak PPKM darurat dari Baznas Karanganyar tertera nama istri Bupati Karanganyar Siti Khomsiyah. 
Jakarta (SIB)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengirimkan tim investigasi untuk menyelidiki kasus amplop bantuan sosial (bansos) bertuliskan nama Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan istrinya, Siti Khomsiyah. Ketua Baznas, Noor Achmad mengatakan tim ini nantinya akan mempelajari informasi di lapangan guna mengungkapkan fakta sebenarnya.

"Baznas Pusat mengirimkan tim independen untuk mempelajari apa yang terjadi di lapangan agar semuanya menjadi clear dan jelas. Tentu isu ini harus dipelajari secara detail. Jika ditemukan kesalahan, Baznas Pusat tidak segan-segan untuk memberikan sanksi kepada Baznas daerah secara tegas," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7).

Noor menambahkan Baznas merupakan organisasi struktural. Artinya Baznas daerah seperti provinsi maupun kabupaten/kota dapat menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui kebijakannya masing-masing.

"Pengawasan dan pembinaan dilakukan oleh Kementerian Agama, sedangkan koordinasi dan pengendalian dilaksanakan Baznas Pusat. Maka Baznas Pusat akan langsung turun tangan mempelajari isu amplop ini agar tidak terus menjadi isu liar yang berkembang di masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Noor memastikan pihaknya akan menyelesaikan berbagai ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pengelolaan zakat di Baznas daerah serta Lembaga Amil Zakat melalui mekanisme koordinasi dan pengendalian.

Menurutnya koordinasi penting dilakukan agar tercipta sinergi positif antara pusat dan daerah. Dengan begitu dapat mendorong optimalisasi pengumpulan zakat baik di tingkat nasional maupun daerah.

"Secara berkala, Baznas terus meningkatkan akuntabilitas dan profesionalitas, serta berinovasi dalam mengelola ZIS, melalui Koordinasi Zakat Nasional. Potensi zakat di Indonesia sangatlah besar, maka dibutuhkan koordinasi menyeluruh Baznas RI dan Provinsi serta kabupaten/kota," ucap Noor.

Diungkapkannya, Baznas sebagai operator dan koordinator zakat nasional akan terus berupaya dalam meningkatkan standarisasi pengelolaan zakat menuju arah yang lebih baik. Dia menilai pihaknya telah melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan pengumpulan-penyaluran dana ZIS.

"Sementara sebagai koordinator, Baznas melakukan pertimbangan Baznas daerah, rekomendasi izin LAZ, perencanaan dan pelaporan nasional," katanya.

"Baznas juga terus menegaskan posisinya sebagai koordinator bagi lembaga amil zakat lainnya, demi berkontribusi kepada negara di bidang pembangunan kesejahteraan masyarakat serta penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat," tukasnya. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com