Kemendes PDTT dan Alumni SMP RK Kabanjahe Berduka

Hermanto Sinulingga Wafat Terpapar Covid-19


490 view
Hermanto Sinulingga Wafat Terpapar Covid-19
(Foto: SIB/Dok)
KENANGAN-REUNI: Inilah foto terakhir sebagai kenangan dengan Hermanto Sinulingga (baju putih, dua kanan) ketika berpose di sela-sela reuni kecil pada 2017 lalu di satu kawasan daerah Bumi Turang Karo dengan latar belakang Gunung Sinabung. Paling kiri adalah Drs Alexander Pajessi Tarigan ketua kelas mereka di SMP. Para alumni wanita (kiri ke kanan) adalahAlemina Surbakti, Sahniar Sagala, Kasta Brahmana, Masha Sembiring, Risma Susanti Milala, Ruthlaini Manik, Lasma Liana Silalahi, Rosanna Podesta, Kristina Sinuraya. 
Medan (SIB)
Jajaran staf Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Keluarga Besar Alumni 1979 SMP RK Xaverius Kabanjahe, berduka atas meninggalnya Hermanto Sinulingga SE MM pada Selasa (2/3) di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Selatan.Hermanto menjabat Direktur Pengembangan Satuan Pemukiman pada Ditjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT, yang juga pendiri dan pimpinan komunitas alumni tersebut.

Melalui rilis dan postingan WA secara beruntun, rekannya sealumni, Sriulina Sinulingga dan Masha Sembiring menyebutkan, Hermanto memang sudah masuk rumah sakit (ICU RSPI) pada 26 Februari lalu, sehari setelah rilis rohani dari Herlina Paulina Ginting MHum tentang 'Berkat Besar di Balik Tantangan Besar'. Namun, kepastian Hermanto terpapar Covid-19 baru diketahui esok harinya (27/2) dari pihak keluarga di kediaman Jalan Durensawit Jakarta Selatan.

"Pantaslah dia (Hermanto) tidak menjawab ketika saya hubungi mengucapkan Selamat Hari Minggu pada 28 Februari kemarin. Itulah komunkasi kami yang terakhir, karena biasanya dia cepat menjawab. Kita benar-benar kehilangan sahabat sejati, kawan sekampung dan satu sekolah pula (SMP)," ujar Anthonius Malau SH, rekan sealumni Hermanto, yang juga 'tetangga kerja'nya di Kemenkominfo, sebagai Kordinator Pengendalian Konten Internet.

Kepada SIB melalui hubungan seluler setelah postingan WA pada Selasa malam (2/3), Anthonius Malau dan Drs Alexander Pajessi Tarigan (ketua kelas mereka di SMP), menyebutkan berita wafatnya Hermanto sebagai salah satu tokoh masyarakat Karo dari kalangan PNS/ASN di Jakarta langsung tersiar luas melalui media . Sementara di kalangan alumni atau komunitas Xaverius, wafatnya Hermanto pertama kali dikabarkan oleh teman sekelas SMP, Tan Hui Mai alias Anni Tan, pada Selasa paginya.

Proses pemakaman jenazah Hermanto berlangsung secara prosedur Covid-19 yang terbatas hanya diikuti keluarga dan pihak rumah sakit plus beberapa rekan sejawat, dengan prosesi liturgi yang singkat juga. Para sahabat yang kebetulan tinggal di Jakarta seperti Meryna Sembiring, Eddy Makmur Tarigan, Anni Tan, Segel Sembiringdan Rosanna Podesta, hanya bisa mengikuti prosesi ibadah pemakaman secara virtual (zoom) yang dipandu Herlina Paulina, Namun, menurut Eddy Makmur dan Meryna Sembiring, hubungan dan tayangan via zoom juga tidak optimal karena gangguan jaringan serta guyuran hujan di lokasi makam.

"Sedihnya kita bukan hanya karena Hermanto terpapar Covids-19, sehingga tidak memungkinkan dimakamkan di kampung halamannya di Kabanjahe, tapi juga karena kehilangan teman sejati yang peduli menghimpun kembali kami-kami yang sudah berserak sejak tammat SMP, untuk dikumpul lagi dalam komunitas alumni melalui WAG pada 2009, setelah 30 tahun berpisah," ujar Imran Sahat Barita Sihombing di Kabanjahe, usai bertelepon dengan temannya sealumni, Sumarni Bangun, yang juga baru berduka ditinggalkan suaminya Risdo Ganda Malau pada 22 Februari lalu di Kerawang Barat, Bandung. (A05/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com