Hingga Habis Masa Jabatan Bupati Periode 2016-2021, Jalan Rusak di Rantauprapat Tidak Diperbaiki


481 view
(Foto SIB/Efran Simanjuntak)
MENGELAK LUBANG : Dua mobil mengambil badan jalan ke jalur kanan untuk mengelak lubang-lubang jalan di Jalan Sirandorung Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu yang bertambah hari semakin parah, Minggu (28/2) sore. 
Rantauprapat (SIB)
Kerusakan sejumlah ruas jalan dalam kota Rantauprapat semakin parah. Jalan-jalan itu rusak dalam 4 tahun terakhir. Hingga habis masa jabatan bupati periode 2016-2021, tidak ada perbaikan terhadap jalan-jalan yang rusak di ibukota Kabupaten Labuhanbatu ini, apalagi di kawasan pedesaan hingga daerah pantai.

Menurut warga Rantauprapat, Faisal dan Budi, Minggu (28/2), pembangunan di masa pemerintahan bupati-wakil bupati periode terakhir ini rata-rata bermasalah dan kurang menyentuh kepentingan umum untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.
Contoh, ungkap Faisal, pembangunan gedung-gedung baru di RSUD Rantauprapat menyeret Bupati Pangonal Harahap, pemborong dan 2 orang dekat bupati ke penjara. Mereka terjaring operasi tangkap tangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkai suap pembangunan Gedung C, Selasa 17 Juli 2018. Setelah Pangonal nonantif sebagai bupati, Wakil Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe naik menjadi bupati.

Lagi-lagi proyek pembangunan gedung RSUD bernilai puluhan miliar rupiah, menyeret pejabat Pemkab ini ke penjara. Plt Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Paisal Purba dan 2 stafnya kena OTT tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara awal tahun 2020, setelah meminta fulus dari kontraktor untuk memuluskan pembayaran 100% dana proyek pembangunan Gedung D RSU milik Pemkab Labuhanbatu itu. Setelah penyidikan, 2 dijadikan tersangka, Paisal Purba beserta seorang stafnya dan telah dipidana masing-masing penjara 1 tahun.

"Proyek pembangunan Pasar Rakyat Sioldengan di lahan eks rumah dinas anggota DPRD Labuhanbatu tahun 2017 senilai Rp6 miliar, hingga saat ini belum bermanfaat. Pasar Rakyat itu saat ini menyemak dan dinilai mangkrak. Sementara jalan-jalan dalam kota hancur tak terbangun," keluh Faisal.

Plt Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Chairuddin Nasution saat dikonfirmasi SIB belum lama ini, menyebut proyek itu telah selesai, namun belum dioperasikan karena masih menunggu peraturan daerah tentang pelayanan pasar dan retribusinya.

"Menunggu perubahan terhadap Perda tentang pelayanan pasar yang akan memasukan besaran retribusi sewa untuk Pasar Rakyat Sioldengan, karena di Perda yang lama Pasar Sioldengan belum ada," kata Khairuddin melalui WhatsApp.

Menurut Budi, tahun pertama Andi Suhaimi menjabat wakil bupati, diadakan proyek pembangunan (rehab total) rumah dinas wakil bupati yang masih layak. Saat ini rumah dinas wakil bupati yang berada di Jalan Abdul Azis Rantauprapat depan markas Kodim 0209/LB itu cantik dan megah.

Kemudian setelah Andi Suhaimi menjabat bupati, dibuat proyek pembangunan (rehab berat) rumah dinas bupati di Jalan WR Supratman Rantauprapat, tahun 2019. Rumah dinas itu sebenarnya masih layak, namun bupati terkesan ingin tinggal di rumah baru. Namun saat ini rumah dinas yang direhab senilai Rp5,3 M itu mangkrak.

Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Kabid Pekerjaan Umum, Ani Salamah, saat dikonfirmasi SIB beberapa waktu lalu, menyebut rehab rumah dinas bupati Labuhanbatu tahun 2019 telah selesai dan direncanakan rehab lanjutan.
"Rehab (rumah dinas bupati) untuk tahun 2019 sudah selesai. Rehab lanjutan tahun anggaran 2020 seharusnya ada, tetapi karena refocusing anggaran (karena penanganan dampak pandemi) Covid-19, ditiadakan," sebutnya melalui WhatsApp.

Ditanya apakah rehab lanjutan direncanakan di tahun anggaran 2021, Ani Salamah tidak bersedia menjelaskan.

Tahun 2019, juga diadakan penataan trotoar jalan di depan kantor bupati Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat menelan biaya Rp700 juta lebih dan penataan taman tugu Adipura di Simpang Jalan WR Supratman-Jalan H Adam Malik, atau yang terkenal dengan nama simpang Kompi hampir semiliar rupiah. Taman itu saat ini lumayan cantik.

Andi Suhaimi saat mengunjungi taman tugu Adipura itu, Sabtu (13/6/2020), mengajak masyarakat menjaga keindahan taman tugu Adipura tersebut. Katanya, saat ini taman itu menjadi tempat nongkrong warga.

Namun demikian taman tugu Simpang Enam yang berada di jantung kota Rantauprapat terabaikan. Mainan tugu berbentuk segi tiga berhias lambang Labuhanbatu diturunkan setelah sekian bulan miring hampir jatuh. Sarana lampu listrik dan kabel-kabel listrik tidak lagi bermanfaat, keramik lantainya juga sudah banyak yang rusak. Tugu itu pun gelap di malam hari.

Menurut Faisal dan Budi, proyek-proyek tersebut terkesan mengabaikan infrastruktur jalan yang telah buruk. Kondisi jalan rusak pun semakin parah. Seperti di Jalan Sisingamangaraja depan kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) sekitar 100 meter sebelum kantor bupati dari kota dan lubang-lubang jalan di depan kantor bupati, jalan seputar kantor bupati, Jalan Sirandorung, Jalan Siringoringo, Jalan Gelugur seputar Pasar Gelugur, Jalan Imam Bonjol, Jalan Rantau Lama, Jalan KH Dewantara hingga seputar RSUD Rantauprapat, Jalan T Amir Hamzah menuju Padangpasir, Jalan Meranti ke simpang Jalan Parlayuan, Jalan Pelita V, sebagian Jalan Cut Meutia dan Jalan Teuku Umar.

Sedangkan sebagian lubang-lubang jalan di Jalan Belibis Kelurahan Bakaranbatu dan Jalan Asrol Adam Kelurahan Sioldengan disemen warga secara swadaya dengan gotongroyong, beberapa waktu lalu.

"Warga Jalan Asrol Adam komplek PGP dengan sukarela menyemen lubang-lubang jalan karena perihatin lama tidak ada perbaikan dari pemerintah daerah, dan ada emak-emak terjatuh di lubang jalan saat malam hari, hingga patah tulang tangannya," sebut Hasibuan, warga Kampungbaru Jalan Asrol Adam.

"Refocusing anggaran pembangunan untuk penanganan dan penanggulangan dampak pandemi Covid-19 menjadi alasan untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak tersebut. Padahal, refocusing anggaran terjadi tahun 2020, bukan sejak 2016 atau 2017," sebut Faisal. (BR6/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com