Program Kemitraan Masyarakat

IT Del Latih Warga Tingkatkan Pengolahan Kemiri


137 view
IT Del Latih Warga Tingkatkan Pengolahan Kemiri
(Foto: Dok/IT Del)
Program kemitraan masyarakat, IT Del Latih Warga Tingkatkan Pengolahan Kemiri. Pelatihan diberikan kepada warga dengan melakukan kemitraan kepada Adil Pangaribuan desa Pardinggaran Toruan, Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba dan berakhir, Minggu (24/10). 
Toba (SIB)
Institut Teknologi (IT) Del Laguboti, Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara gandeng mitra dari Desa Pardinggaran Toruan dalam pengolahan kemiri di Kecamatan Laguboti.

Nenni Mona Aruan Ketua Program Kemitraan Masyarakat IT Del Laguboti, Senin (25/10) mengatakan, IT Del menggandeng Adil Pangaribuan pemilik usaha pengolah kemiri untuk meningkatkan produksi pemecahan kemiri, menambah nilai jual cangkang kemiri dengan mengolahnya menjadi arang.

"Juga mengenalkan manfaat lain dari biji kemiri sebagai biodiesel yang belum pernah disadari oleh masyarakat setempat," terangnya.

Hal ini kata Nenni, dilatarbelakangi dari rendahnya harga jual kemiri utuh di pasaran dan juga seringkali naik-turun secara drastis atau bersifat fluktuatif. Disisi lain, harga jual biji kemiri dikategorikan berdasarkan keutuhan dari biji kemiri yang dihasilkan.

"Proses pemecahan kemiri menggunakan mesin yang belum optimal dan bahkan ada yang masih tradisional menyebabkan harga total biji kemiri tidak cukup untuk meningkatkan harga jualnya," urainya.

Ditambah lagi ,proses pemisahan biji kemiri dan cangkangnya bergantung kepada pekerja rumahan, yaitu para Ibu rumah tangga yang berada di Desa Pardinggaran sendiri.

"Dengan melakukan inovasi pada mesin pemecah kemiri, proses pemecahan kemiri dengan mesin akan menghasilkan biji kemiri utuh hampir mencapai 90 % dari yang awalnya 70-80 %," sebutnya.

Sumatera Utara adalah salah satu provinsi penghasil kemiri nomor 5 terbesar di Indonesia. Di kutip dari data Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Kabupaten Toba sendiri berada di urutan ke 12 sebagai pemasok kemiri dihitung dari produksi daerah per tahunnya, katanya.

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat yang juga melibatkan mahasiswa yang diketuai oleh Nenni Mona Aruan dan didampingi Istas Manalu dan Adriyanto Prihartantyo telah melakukan rangkaian pelatihan.

Pelatihan terakhir sekaligus penutupan diadakan pada Minggu, 24 Oktober 2021 mengenalkan bagaimana cara mengolah cangkang kemiri menjadi arang dengan bahan bakar yang mudah ditemukan, serta pemanfaatan biji kemiri menjadi biodiesel.

Dengan diberikannya mesin kemiri dengan ayakan dan peralatan pengolahan arang, warga setempat bisa mengolah dan membuat arang dari cangkang kemiri sendiri. Kemudian dengan dimanfaatkannya kemiri sebagai biodiesel, adanya harapan baru akan peningkatan ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat meningkat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN).

Harapan kedepannya, semoga pelatihan pengolahan arang dan inovasi mesin kemiri dapat diterapkan oleh mitra usaha di kecamatan lainnya dan dapat menyejahterakan kehidupan masyarakat sekitar. (G1/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com