Ibadah Jumat Agung di Rantauprapat Aman


208 view
Foto: SIB/Efran Simanjuntak
PERJAMUAN KUDUS: Pdt Rini Hutajulu SH memimpin perjamuan kudus bagi jemaat dewasa di Gereja HKBP Padangpasir Resort Rantauprapat, pada ibadah Jumat Agung, memperingati kematian Yesus Kristus, Jumat (2/4). Ibadah Jumat Agung di Rantauprapat berlangsung aman, dikawal aparat kepolisian.
Rantauprapat (SIB)
Ibadah Jumat Agung di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu berlangsung aman, Jumat (2/4) pagi hingga sore. Gereja-gereja yang memperingati WafatNya Isa Almasih (kematian Yesus Kristus) 2021 tahun yang lalu, dikawal aparat kepolisian dan pemuda Batak.

"Aman dan kondusif," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan menjawab SIB melalui WhatsApp.

Kapolres menurunkan seluruh kekuatan personil untuk mengamankan ibadah Jumat Agung di gereja-gereja di wilayah hukum Polres Labuhanbatu, yaitu Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara.

Ibadah pagi di gereja HKBP Padangpasir Resort Rantau-prapat dipimpin Pdt Rini Hutajulu STh dibantu liturgis St J Simatupang, pewarta St K Siregar, pelayanan musik St NR Sihombing dan seluruh penatua.

Pdt Rini menyampaikan khotbah bertema Yesus mati, yang dikutip dari Injil Lukas 23:44-48. Ia menyampaikan, Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar dan tabir Bait Suci terbelah dua.

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian, Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar! Dan sesudah seluruh orang banyak yang datang berkerumun di situ untuk menonton, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.

"Yesus disalibkan dan mati oleh karena dosa kita. Salib mengingatkan kita akan penderitaan Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia," ungkap Pdt Rini.

Namun saat ini, sebutnya, ada 2 hal yang bisa membuat orang berpaling dari Tuhan, Yesus, yaitu jabatan dan nyawa.

"Ketika seseorang terancam jabatannya atau nyawanya, lalu datang ke dukun. Padahal, perbuatan itu telah melanggar perintah Tuhan dan ajaran Yesus sebelum mati," ujarnya.

"Yesus mengajarkan kebaikan, kebenaran dan damai sejahtera yang harus diteladani setiap orang percaya. Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal," jelasnya.

Seusai ibadah, Pdt Rini memimpin perjamuan Kudus bagi jemaat dewasa. Perjamuan Kudus memperingati kematian (dan kebangkitan) Yesus Kristus. Jemaat diberi roti sebagai lambang tubuh Yesus Kristus dan anggur melambangkan darah Yesus Kristus, sebagaimana dilakukan Yesus kepada murid-muridNya saat perjamuan malam menjelang hari raya Paskah, dan memerintahkan agar tetap diperbuat untuk memperingatiNya. (E5/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com