Ikuti Acara Adat Jamu Laut, Wabup: Tradisi Budaya Harus Dilestarikan


145 view
Ikuti Acara Adat Jamu Laut, Wabup: Tradisi Budaya Harus Dilestarikan
Foto: Dok/Diskominfo Sergai
JAMU LAUT: Wabup Sergai H Adlin Umar Yusri Tambunan disaksikan Kepala Desa Kuala Lama dan para tokoh adat menabur kembang di muara Sungai Beting Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantaicermin, ketika mengikuti acara adat Jamu Laut, Rabu (16/3). 

Sergai (SIB)

Suatu tradisi, adat istiadat dan kebudayaan harus selalu dilestarikan. Sebab, hal itu merupakan warisan leluhur yang mencerminkan kearifan lokal.


Demikian dikatakan Wakil Bupati Serdangbedagai (Wabup Sergai) H Adlin Umar Yusri Tambunan ketika mengikuti acara adat Jamu Laut, Rabu (16/3), di muara Sungai Beting Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantaicermin.


"Budaya Jamu Laut ini merupakan tradisi suku Melayu yang berada di daerah pesisir sebagai warisan leluhur yang perlu dilestarikan. Pelestarian tradisi budaya harus dikuatkan karena merupakan sebuah sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari bangsa ini," ujar Adlin.


Apalagi, lanjut Wabup, Kabupaten Sergai merupakan wilayah yang memiliki susur pantai cukup panjang, yakni sekitar 95 Kilometer. Sebagian besar masyarakatnya juga sebagai nelayan yang mencari penghasilannya di laut.


"Jamu Laut ini sebagai bentuk kekuatan terhadap para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut, sehingga mendapat berkah dalam mencari nafkah," ucapnya.


Selain wujud rasa syukur kepada Allah SWT, sambung Adlin, melalui Jamu Laut ini masyarakat juga berharap agar rezeki yang didapat berlimpah dan level perekonomian warga ikut meningkat.


Sebelumnya, tokoh adat Desa Kuala Lama, H Wan Adham Nuh menjelaskan bahwa Jamu Laut ini sebagai bentuk tolak bala yang rutin dilakukan setiap 5 tahun sekali.


"Ini adalah adat istiadat suku Melayu pesisir. Usai adat ini kita harap nelayan tidak melaut 3 hari supaya mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah," ungkapnya.


Adham pun mengaku, hasil tangkapan belakangan ini dinilai menurun, dan ikan yang ditangkap juga tidak memiliki nilai jual.


"Semoga, setelah acara adat ini dilaksanakan, hasil laut para nelayan akan melimpah," pungkasnya. (C4/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com