Senin, 22 Juli 2024

Industri Aluminium Sumut Miliki Prospek Luar Biasa

Redaksi - Rabu, 14 April 2021 13:36 WIB
559 view
Industri Aluminium Sumut Miliki Prospek Luar Biasa
Foto Dok Donna Hutagalung/rel
Prof DR Isfenti Sadalia, Drs Sahala Siallagan MSc PhD
Medan (harianSIB.com)

Industri aluminium di Sumatera Utara memiliki prospek yang sangat luar biasa. Kebutuhan produk-produk berbahan aluminium yang sangat tinggi di Indonesia, menjadi peluang bagi INALUM yang merupakan satu-satunya pabrik peleburan aluminium di Sumatera Utara dan Indonesia untuk meningkatkan produksinya.

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof DR Isfenti Sadalia menyebutkan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM yang diakuisisi Pemerintah Indonesia pada 2013 dan kemudian ditunjuk menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan pada 2017, mempunyai nilai lebih dan prospek luar biasa.

"Prospek INALUM untuk menjadi perusahaan peleburan aluminium terkemuka sangat luar biasa, apalagi sejak menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan dan akusisi PT Freeport Indonesia. Ini benar-benar harus diusahakan menjadi lebih baik ke depannya," ujar Prof Isfenti Sadalia yang juga Ketua Pascasarjana USU ini.

Selain itu, katanya, kebutuhan produk berbahan aluminium di tengah masyarakat Indonesia saat ini sangat tinggi. Ini akan menjadi peluang yang harus dikejar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Berdasarkan data, kebutuhan aluminium di Indonesia saat ini telah mencapai 700.000 ton per tahun. Sedangkan saat ini kapasitas produksi pabrik peleburan aluminium INALUM baru mencapai 250.000 ton per tahun. Hal ini menjadi peluang bagi industri aluminium di Sumut untuk berkembang dan meningkatkan produksinya dalam memenuhi kebutuhan di dalam negeri bahkan luar negeri dengan kualitas terbaik,” tambahnya.

Menurut dia, kapasitas produksi aluminium saat ini bisa ditingkatkan lagi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Apalagi mereka sangat serius dalam pengembangan bisnis aluminium ke depannya sesuai tujuan dari diambilalihnya INALUM menjadi BUMN pada 2013, yaitu untuk menjadi perusahaan aluminium yang lebih berkembang, mampu memasok kebutuhan aluminium dalam negeri dan memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Prof Isfenti Sadalia menambahkan aluminium aset yang harus dikembangkan, meski saat ini kapasitas produksinya belum bisa memenuhi kebutuhan nasional. Namun secara pelan-pelan pasti akan terus ditingkatkan.

“Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut tahun 2020, impor barang-barang aluminium dari luar negeri ke Sumut mencapai 5.488 ton dengan nilai US$13.148 ribu, hal ini menunjukkan INALUM masih mempunyai potensi pasar aluminium di Sumut sendiri,” jelasnya.

Dia menyebutkan, Kawasan Industri Kuala Tanjung yang akan terdapat industri-industri berbasis aluminium atau perusahaan pendukung INALUM, diharapkan mampu menyerap produksi aluminium dari INALUM dan menjadikannya menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi.

"Saya sangat berharap terbangunnya industri-industri pendukung berbasis aluminium sebagai perusahaan hilirisasi dari produknya INALUM. Harapannya bukan hanya sekedar perusahaan yang baru, tetapi perusahaan yang memang sudah berproduksi bahan jadi dari produk aluminium. Sehingga Kawasan Industri Kuala Tanjung ini dapat dikatakan sangat tepat untuk pembangunan industri aluminium dari hulu ke hilir, karena selain dekat dengan sumber bahan baku, juga akan mengurangi biaya produksi, biaya transportasi, biaya penyimpanan, dan sebagainya," ujarnya.

Prospek luar biasa lainnya, Kawasan Industri Kuala Tanjung akan memberikan multiplier effect atau dampak positif. Pastinya akan banyak tenaga kerja yang bisa direkrut. Kemudian dampak bagi masyarakat sekitarnya juga pasti. INALUM mempunyai program CSR (Corporate Social Responsibility) yang bisa membantu masyarakat sekitar dalam meningkatkan perekonomian warga sekitar.

"Potensi penyerapan ribuan tenaga kerja di industri aluminium ini sudah sangat luar biasa. Saya rasa prospek INALUM akan sangat luar biasa tidak hanya bagi INALUM sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan pemerintah daerah, khususnya Provinsi Sumatera Utara," sebutnya.

Secara sosial PT INALUM berperan serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar Perusahaan, seperti di bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, olahraga dan kebudayaan, agama, fasilitas umum, dan bantuan sosial lainnya.

"INALUM harus tetap komit menjalankan operasional sesuai dengan tujuan visi-misinya untuk dijalankan. Hal ini adalah kekayaan negara yang memang harus dilestarikan, tetapi tetap komitmen dengan tata kelola, tata lingkungan, begitu juga kepedulian terhadap masyarakat, serta jangan sekedar perusahaan yang mengejar profit, tetapi juga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Bukan sekedar perusahaan yang mengejar profit, tetapi memberikan dampak sosial yang baik bagi masyarakat sekitar," harap Prof Isfenti.

Menurutnya, komitmen INALUM dalam melaksanakan tanggungjawab sosial perusahaan sudah cukup bagus, hal ini tentunya sudah dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diperoleh selama ini.

Pada 2017, INALUM meraih 2 penghargaan sekaligus, yaitu untuk kategori TOP Leader on CSR Commitment dan Top CSR Improvement dalam ajang Anugerah TOP CSR 2017. Kemudian pada 2019, INALUM meraih penghargaan pada 8 kategori dalam ajang penganugerahan Indonesia SDG’s Award (ISDA) 2019. Terbaru, INALUM juga meraih penghargaan di ajang “TOP CSR Awards 2020”.

Sementara itu, Drs Sahala Siallagan MSc PhD, dosen Manajemen Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan (Unimed) juga menyebutkan, industri aluminium memiliki prospek yang sangat bagus. Apalagi didukung dengan adanya kawasan Industri Kuala Tanjung yang menjadi kawasan hilirisasi produk-produk berbasis aluminium.

"Karena apa? Kalau kita bandingkan, aluminium ini dijual langsung atau diekspor langsung dalam bentuk bahan mentah daripada diproses menjadi barang jadi baru dijual, pastinya akan memberikan nilai tambah yang besar jika diproses menjadi barang jadi maupun setengah jadi," sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, kebutuhan dalam negeri akan kebutuhan aluminium ini juga cukup besar dan masyarakat Indonesia juga cukup luas.

Doktor di bidang Manajemen Industri ini menyebutkan, INALUM sendiri direncanakan memperbesar smelting plant (pabrik pengolahan mineral mentah) untuk pengolahan bahan bakunya, seperti di Kalimantan. Dan targetnya nanti 60-80% barang jadi maupun barang setengah jadi. Karena memang aluminium sangat diperlukan di masyarakat, seperti untuk membuat konstruksi bangunan, peralatan rumah tangga, kabel, komponen otomotif, dan masih banyak lagi.

"Kalau kita analogikan, ini sama seperti CPO, minyak mentah. Selama ini diekspor dalam bentuk minyak mentah. Padahal kalau diolah menjadi barang jadi nilai tambahnya cukup besar. Jadi seperti INALUM ini mereka kalau menjadikan produk barang jadi atau setengah jadi, itu 10 sampai 100% nilai tambahnya. Kalau menjadi barang jadi akan lebih besar lagi nilai tambahnya 60 hingga 300%," sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, kebutuhan aluminium di Indonesia sendiri sangat besar dibandingkan dengan kapasitas produksi yang dihasilkan oleh INALUM. Tentunya saat ini masih harus diimpor dari luar negeri untuk memenuhi kekurangan kebutuhan produk-produk aluminium di dalam negeri.

"Saat ini kebutuhan aluminium di dalam negeri belum terpenuhi. Artinya kita masih mengimpor. Kenapa ini tidak betul-betul dimanfaatkan. Jadi ini cukup potensial prospeknya bagi industri aluminium di Sumut," katanya.

Dengan adanya Kawasan Industri Kuala Tanjung ini, nantinya akan berdiri industri-industri hilir aluminium seperti industri otomotif, kabel, dan lain-lain. Tentunya ini akan memberikan multiplier effect, seperti terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, dan bertambahnya penerimaan pajak bagi pemerintah, dan sebagainya.

"Bukan tidak mungkin akan berdiri pabrik-pabrik lain yang merupakan turunan produk INALUM di Kawasan Industri Kuala Tanjung, dan ini bisa menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat kita. Kenapa di Malaysia itu bisa banyak membutuhkan tenaga kerja, karena industri-industri itu memang mereka galakkan sampai perusahaan dari luar Malaysia datang ke sana. Kenapa kita tidak bisa? Kita memiliki sumber daya manusianya banyak, sumber daya alamnya cukup, kenapa tidak dari dulu," ujarnya.

Ia berharap pemerintah baik daerah maupun pusat terus mendukung INALUM menjadi lebih baik lagi ke depan. Sehingga keberadaan INALUM ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan perekonomian di Sumut.

"Harapan kita, pemerintah harus betul-betul ini dilaksanakan. Jangan ganti pemerintahan kemudian ganti kebijakan. Sekarang sudah bagus rencananya, dan baik untuk pengolahan industri dan multiplier effectnya juga banyak seperti terciptanya lapangan pekerjaan baru," pungkasnya. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Heri Marpaung Ajak Inalum Bergandeng Tangan Entaskan Kemiskinan di Batubara
Panitia Paskah Oikumene Pemkab Batubara Ulosi Pimpinan PT Inalum
PT Inalum Raih Dua Penghargaan di Ajang BUMN Entrepreneurial Marketing 2024
Inalum Bantu Pendidikan Anak-anak Korban Banjir dan Longsor di Humbahas
Pemkab Asahan Terima Betor dan Mobil Angkut Sampah dari PT Inalum
PT Inalum Bantu Korban Dampak Longsor di Simangulampe
komentar
beritaTerbaru