Inspektorat dan Kadis Pertanian Taput Tinjau Pembangunan Jalan Usaha Tani

* Petani Ungkapkan JUT Membantu Memperlancar Mobilitas Petani

483 view
Inspektorat dan Kadis Pertanian Taput Tinjau Pembangunan Jalan Usaha Tani
Foto SIB/Bongsu Batara Sitompul
TINJAU: Kepala Inspektorat Manoras Taraja bersama Kadis Pertanian Taput Sondang Erikson Yosua Pasaribu dan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Revansius Nababan saat meninjau kualitas pekerjaan jalan usaha tani di Desa Banualuhu Kecamatan Pagaran.
Tapanuli Utara (SIB)
Kepala Inspektorat bersama Kepala Dinas Pertanian meninjau dan memeriksa tujuh titik proyek pembangunan infrastruktur Jalan Usaha Tani (JUT) yang dananya bersumber dari dana pinjaman daerah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020 di Kecamatan Tarutung, Sipoholon, Pagaran dan Siborongborong, Selasa (15/12)

Kepala Inspektorat Taput, Manoras Taroja mengatakan, peninjauan ini untuk melihat sejauhmana progres pekerjaaan pembangunan JUT.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan dan pemeriksaan di lapangan progres pekerjaan pembangunan JUT di tujuh titik yang ada di Kecamatan Tarutung, Sipoholon, Pagaran, dan Siborongborong dinilai sudah bagus.

"Kepada Pak Kadis Pertanian, pekerjaan di dinas itu diharapkan harus sesuai dengan target dikerjakan dan kalau ada yang belum supaya segera dipercepat," ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Taput Sondang Erikson Yosua Pasaribu didampingi Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) Revansius Nababan menyampaikan, adapun tujuan dan sasaran pembangunan JUT ini untuk membantu mobilitas bagi petani dalam upaya mengangkut sarana produksi seperti benih dan pupuk ke lahan petani serta untuk mengangkut hasil-hasil pertanian.
"Jumlah pekerjaan JUT sumber dana dari PEN sebanyak 170 lokasi, sumber air tanah dangkal sebanyak 60 lokasi dan jaringan irigasi desa sebanyak 20 lokasi. Total anggarannya mencapai Rp 50 miliar. Pembangunan JUT ini sasaranya untuk membantu mobilitas sarana produksi seperti benih, pupuk serta mobilitas dalam upaya mengangkut hasil pertanian," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, jalan usaha tani (JUT) fungsinya sangat besar dirasakan oleh petani. Dimana JUT tersebut sangat membantu untuk mobilisasi para petani. Para petani sudah mudah untuk mengangkut hasil komoditi pertaniannya. Kemudian untuk sumur air tanah dangkal tujuan membantu para petani untuk mengairi lahan pertanian yang selama tidak produktif, bisa menjadi produktif kembali.

"Begitu juga dengan jaringan irigasi desa, 80% areal persawahan warga selama ini hanya memanfaatkan hujan saja karena jaringan irigasi sudah banyak yang rusak. Jadi dengan dibangunnya jaringan irigasi desa ini, petani sawah nantinya sudah bisa melakukan pola tanam padi 2 kali setahun. Selama ini hanya 1 kali tanam dalam setahun," jelasnya.

Salah seorang petani di Kecamatan Pagaran, Patar Nababan saat dimintai SIB keteranganya mengungkapkan, terima kasih kepada Pemkab Taput yang telah membangun JUT menuju lahan pertanian. JUT ini akan memperlancar mobilitas para petani.

"Dengan adanya pembangunan JUT ini akan sangat berdampak positif bagi para petani. Sebab dengan adanya pembangunan jalan usaha tani ini akan sangat bermanfaat bagi kami. Dengan adanya jalan ini otomatis akan memperlancar akses pertanian kami," ungkapnya. (G02/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com