Instruksi Wali Kota, PTM Belum Diperbolehkan di Pematangsiantar


144 view
Instruksi Wali Kota, PTM Belum Diperbolehkan di Pematangsiantar
Foto Istimewa
Wali Kota Pematangsiantar, Dr H Hefriansyah SE MM
Pematangsiantar (SIB)
Instruksi Wali Kota Pematangsiantar nomor 5 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang dikeluarkan tanggal 7 September 2021 menjelaskan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (daring). Artinya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum diperbolehkan sampai 20 September 2021.

Selanjutnya, satuan pendidikan diminta melaksanakan persiapan-persiapan dan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas meliputi, sarana protokol kesehatan, membentuk Satgas Covid-19 disatukan pendidikan, melakukan persiapan simulasi metode pembelajaran tatap muka secara terbatas dan mengupayakan percepatan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidik serta siswa.

Wali Kota Pematangsiantar, Dr H Hefriansyah SE MM mengatakan, ada indikator yang masih harus dipersiapkan Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk malaksanakan PTM meski kondisi Kota Pematangsiantar sudah pada level 3 PPKM.

"Saya perlu klarifikasi dulu, banyak yang bertanya-tanya khususnya orang tua dan siswa, bahwa level 3 kan sudah boleh melakukan pembelajaran tatap muka, dengan melaksanakan protokol kesehatan dan ada batasan-batasan jumlah pelajar yang akan mengikuti tatap muka. Tapi, perlu kita ketahui bersama, ada indikator yang harus kita persiapkan, ada parameternya, di beberapa daerah yang sudah melaksanakan (PTM) itu, siswanya sudah divaksin. Jadi, kalau itu sudah terpenuhi, barulah kita melaksanakan tahapan itu," kata Hefriansyah saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Walaupun sudah turun ke level 3, tapi masih banyak indikator-indikator yang belum terpenuhi seperti kerumunan dan mobilitas. “Apakah bisa kita memastikan, mana kala kita mulai tatap muka sistim pembelajaran, apakah siswa itu setelah pulang sekolah langsung ke rumah, bisa kita pastikan, kan tidak," ujar Hefriansyah.

Dia menyebut, pihaknya masih tetap mengkaji, apakah hal ini sudah bisa dilaksanakan secepatnya. "Kemaren saya perintahkan Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk mengkaji dulu. Karena perilaku kita ini masih ada yang belum tertib. Kalau perilaku kita sudah tertib, termasuk (ketersediaan) vaksin juga bisa kita fasilitasi, sudah clear kita ini," ujar Hefriansyah.(D8/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com