Ir Amran Sinaga Legowo Lepas Jabatan Wakil Bupati Simalungun

* Jabatan Dianggap Sebagai Titipan

386 view
Ir Amran Sinaga Legowo Lepas Jabatan Wakil Bupati Simalungun
Foto Dok
Ir Amran Sinaga
Simalungun (SIB)
Ir Amran Sinaga mengatakan legowo melepaskan jabatan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun masa bhakti 2016-2021 dan mengajak seluruh elemen masyarakat bersatupadu mendukung bupati terpilih, membangun daerah "Habonaron Do Bona ".

"Sejak diangkat menjadi pegawai dan dipercaya bertugas sebagai camat maupun kepala dinas dan terakhir menjadi Wakil Bupati Simalungun, saya menganggap jabatan itu adalah titipan, melaksanakan amanah melayani masyarakat," ucap Sinaga.

Pada Pemilukada serentak yang dilaksanakan 9 Desember 2020 dikatakan ada 4 kontestan pilihan, hasilnya pasangan nomor urut 1 Radiapoh Hasiholan Sinaga/Zhoni Waldi meraih suara terbanyak.

Berdasarkan informasi, pelantikan Bupati/Wakil Bupati Simalungun yang baru terpilih direncanakan 26 April 2021, dalam hal ini perlu disadari masyarakat yang tadinya berbeda pilihan diharapkan dapat bersatu kembali membangun Kabupaten Simalungun yang memiliki motto "Habonaron Do Bona".

"Selama melaksanakan tugas, saya sadar banyak kekurangan, hal ini tidak terlepas dari keterbatasan kewenangan. Sebagai manusia biasa saya minta maaf kepada masyarakat Kabupaten Simalungun," tandasnya ketika ditemui, Senin (19/4).

Walaupun keinginan menjadi calon bupati gagal karena kekurangan kursi partai pendukung, namun ia mengaku tidak ada rasa dendam politik kepada pasangan terpilih. " Bahkan, kalau setelah pelantikan Radiapoh Sinaga membutuhkan pandangan dan pendapat, saya akan terbuka memberikan usulan perencanaan pembangunan ke arah lebih baik lagi," paparnya.

Potensi Kabupaten Simalungun cukup besar misalnya, putra daerah banyak yang berhasil di perantauan dapat diajak kerja sama dalam berbagai bidang pembangunan. Situs sejarah dan panorama alam terutama di sepanjang pesisir pantai Danau Toba dapat dikelola menambah pendapatan masyarakat dan pemasukan keuangan daerah. Demikian juga potensi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Sei Mangkei dari 2. 000 Ha direncanakan masih 200 Ha yang diusahai masih butuh pengembangan.

Keseriusan pengelolaan potensi itu dikatakan akan memberikan tambahan insentif daerah cukup siqnifikan di masa mendatang.

Contohnya, KEK Sei Mangkei hingga sekarang yang dikelola masih 200 Ha atau sekitar 10 % dari luas yang direncanakan. Namun, Pemkab Simalungun memperoleh pemasukan sekira Rp 12 miliar per- tahun. Jadi jika dikembangkan sepenuhnya, pendapatan daerah dikatakan bisa mencapai Rp 100 miliar setiap tahun. (BR4/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com