Istri Terpidana Kasus Korupsi Pengadaan Alkes Serahkan Denda Rp 200 Juta ke Kejari Binjai


481 view
Istri Terpidana Kasus Korupsi Pengadaan Alkes Serahkan Denda Rp 200 Juta ke Kejari Binjai
Foto: Dok/Humas Kejari Binjai
SERAHKAN: Pengembalian uang denda korupsi sebanyak Rp 200 juta dari RS, istri eks Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) RS Djoelham, Cipta Depari, yang diterima langsung Kasi Pidsus Kejari Binjai Ibrahim Ali, SH. MH disaksikan oleh Tim Jaksa Eksekutor, Bendahara Kejari Binjai dan personil tindak pidana Khusus, Senin (28/3) di Kejaksaan Negeri Binjai. 

Binjai (SIB)

Terpidana kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di RS Djoelham Binjai yang merugikan negara sebesar Rp 4,7 miliar dari total APBN TA. 2012 senilai Rp.14 miliar menyerahkan denda ratusan juta kepada Kejaksaan Negeri Binjai.


RS, istri Eks Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) RS Djoelham, Cipta Depari, mengembalikan uang denda korup sebanyak Rp.200 juta, Senin (28/3) di Kantor Kejaksaan Negeri Binjai.


”Penyerahan uang denda sesuai dengan amar putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap dan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan No.58/Pid.Sus-TPK/2018/PN Medan tanggal 20 September 2018 jo Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 22/Pid.Sus-TPK/2018/PT-MDN tanggal 04 Desember 2018 jo Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor Putusan.1368K/Pid.Sus/2019 tanggal 11 Juni 2019,” beber Kasi Intel Kejari Binjai, M.Harris, SH MH, Rabu (30/3).


Dengan amar putusan, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Cipta Depari selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan.


“Pada tahun 2017 lalu, sebelum menjalani persidangan Cipta Depari terlebih dahulu ditetapkan status tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Binjai. Pada proses penyidikan terdapat beberapa orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat di persidangan dinyatakan terbukti bersalah berdasarkan putusan Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung RI,” sebut Harris.


Penyerahan uang denda diterima oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Binjai Ibrahimali SH MH disaksikan Tim Jaksa Eksekutor, Bendahara Kejari Binjai dan personil tindak pidana khusus.


Sebelumnya, diketahui kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di RS Djoelham beberapa tahun silam, yang menjerat 5 tersangka lain lantaran melakukan modus penggelembungan harga (Mark-up). Waktu itu, pengadaan barang/jasa di RS Djoelham pun tidak sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010. (MI/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com