Istri dan Keluarga Korban Apresiasi Polres Labuhanbatu Ungkap Kematian Ahmad Tua Siregar


456 view
Istri dan Keluarga Korban Apresiasi Polres Labuhanbatu Ungkap Kematian Ahmad Tua Siregar
Foto: Dok/Ricky
KELUARGA KORBAN: Isteri almarhum Ahmad Tua Siregar, Dahlia br Hasibuan dan keluarga didampingi kuasa hukumnya, Ricky Fattamazaya Munthe MH, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres dan mengapresiasi Polres Labuhanbatu yang telah mengungkap kasus kematian korban dengan menangkap 2 tersangka, Sabtu (14/11). Keluarga koban berharap kasus ini diproses hukum dengan tuntas.
Labuhanbatu (SIB)
Isteri almarhum Ahmad Tua Siregar dan keluarga menyampaikan terimakasih kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dan mengapresiasi kinerja Polres Labuhanbatu yang telah mengungkap kasus kematian korban. Polres telah mengungkap, bahwa korban meregang nyawa sesudah dianiaya warga, setelah tidak sengaja menyenggol anak kecil di jalan umum Dusun II Unte Mungkur, Desa Sibito, Kecamatan Aeknatas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin 12 Oktober 2020.

Dahlia boru Hasibuan selaku istri korban, anak dan adik kandung korban, Zuhri Siregar didampingi kuasa hukumnya, Ricky Fattamazaya Munthe MH, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres dan jajaran serta mengapresiasi kinerja Polres Labuhanbatu, Sabtu (14/11), langsung dari rumah korban di Dusun III Kampungbaru Desa Sibito, melalui video dan disampaikan kepada wartawan, Minggu (15/11).

"Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian Republik Indonesia, khususnya Kapolres Labuhanbatu beserta jajaran yang telah mengungkap tabir penyebab kematian Ahmad Tua Siregar. Teka-teki ini terjawab, setelah pihak kepolisian, dalam hal ini Satreskrim Polres Labuhanbatu menangkap 2 tersangka, TS dan IS dari rumah masing-masing di Dusun II Unte Mungkur, Rabu (11/11) dinihari sekira pukul 03:00 WIB," sebut Ricky.

Adik kandung korban, Zuhri juga memohon agar Polres Labuhanbatu mengusut tuntas kasus ini. Jika masih ada pelaku selain yang sudah ditahan agar segera ditangkap.

“Assalamu’alaikum Warohmatulahi Wabarkatuh. Terimakasih kami sampaikan kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap kasus ini, dan semoga ditindaklanjuti lagi agar semua yang terlibat dapat ditindak tegas,“ sebut Zuhri.

Dahlia Hasibuan bahkan sesenggukan menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Labuhanbatu yang telah menindaklanjuti peristiwa kematian tidak wajar suaminya. Dia juga berharap kasus itu terungkap secara tuntas.

Kuasa hukum korban, Ricky menyebut proses penyelidikan kasus ini awalnya di Polsek Aeknatas, tetapi kemudian diambil alih Polres Labuhanbatu dan terungkap serta menangkap 2 tersangka, setelah makam korban dibongkar dan dioutopsi.

"Harapan keluarga, pihak Polres terus menindaklanjuti pengembangan kasus, agar siapa saja yang terlibat penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dapat diproses secara hukum,“ ujar Ricky menduga pelaku lebih 2 orang.

Dia juga berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat, bahwa begitu mahalnya nyawa manusia. Janganlah karena menyenggol orang di jalan umum, langsung dihakimi sampai tak berdaya dan mati di tempat.

"Begitu besarnya tanggungjawab yang harus kita pikul dari peristiwa itu. Jadi, kita berharap kasus seperti ini tidak terulang, dan jangan pernah mengingatkan agar jangan pernah main hakim sendiri. (BR6/a)

Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com