Kasus Jual Beli Jabatan Atas Terdakwa Mantan Kakanwil Kemenag Sumut

Jaksa Hadirkan Mantan Kasubag Ortala di Persidangan


206 view
Internet
Sidang perkara dugaan jual beli jabatan dengan terdakwa mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sumatera Utara, H. Iwan Zulhami, dan Zainal Arifin Nasution di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (3/5/2021).
Medan (SIB)
Sidang perkara dugaan jual beli jabatan dengan terdakwa mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sumatera Utara, H Iwan Zulhami dan Zainal Arifin Nasution memasuki agenda keterangan saksi di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (3/5).

Dalam sidang yang digelar secara daring itu, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Polim Siregar menghadirkan mantan Kasubag Organisasi dan Tatalaksana (Ortala) Kemenag Sumut, Tarmuji sebagai saksi.

Dalam sidang itu, Majelis Hakim yang diketuai Bambang Joko Winarno, mencecar saksi apakah mengetahui apa hubungan antara terdakwa Iwan dan Zainal dengan Kepala MAN 3 Medan Nurkholidah Lubis.

Sebab dalam dakwaan Jaksa, Nurkholidah turut berperan besar dalam perkara dugaan jual beli jabatan tersebut. "Kamu tahu gak orang yang bernama Nurkholidah Lubis? Kepala MAN 3 Medan, apa hubungannya dengan terdakwa Zainal dan Iwan," tanya hakim anggota Felix da costa.

Lantas Tarmuji menjawab kenal, namun ia mengaku tidak tahu persis apa hubungan antara para terdakwa dan Nurkholida. "Tidak tahu pak," katanya.

Lantas hakim kembali bertanya apakah terdakwa Iwan memang akrab dengan para kepala sekolah madrasah yang ada di Medan, termasuk Nurkholida.

"Yang mengusulkan kepala madrasah siapa?," cecar Hakim.

Lantas dijawab saksi, Kakanwil lah yang mengusulkan. Dalam sidang itu, Tarmuji juga menjawab kalau sepengetahuannya Nurkholida kenal dengan kedua terdakwa tersebut.

Namun ia mengaku tidak tahu apakah para terdakwa dengan Nurkholida pernah melakukan pertemuan khusus atau tidak. "(Nurkholida) kalau ke kantor ada, tapi gak tahu bertemu dengan terdakwa atau dengan yang lain," katanya.

Tidak sampai di situ, hakim kembali mencecar hubungan Nurkholida dengan para terdakwa sebab dalam dakwaan Jaksa, Nurkholida disebut-sebut sebagai perantara antara Iwan dan Zainal dalam memuluskan jual jabatan tersebut. "Nukholida sepengetahuan saksi apakah sering berhubungan dengan calon-calon kepala?" cecar hakim.

Tanpa panjang lebar, Tarmuji kembali mengatakan kalau ia tidak tahu. "Gak tahu pak, yang saya tahu dia kepala MAN 8," katanya.

Lantas terkait perkara ini, hakim kembali bertanya apakah saksi tahu untuk penempatan posisi kepala kantor di kabupaten itu harus menyetor sejumlah uang, dan lagi-lagi Tarmuji menjawab tidak tahu."Gak tahu," katanya.

Dalam sidang itu, Tarmuji juga mengungkapkan bahwa ia kerap diminta melakukan pergantian jabatan, bahkan sebulan sekali ada saja yang dimutasi. "Selama menjabat lupa pak berapa kali, tapi setiap bulan ada saja. Namun setelah Januari 2020 hanya ada satu," ungkapnya. Usai mendengar keterangan saksi, majelis hakim pun menunda sidang pekan depan. (A17/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com