Jalan Nasional Simpang Kota Pinang Menuju Gunungtua Dipenuhi Lubang


190 view
Jalan Nasional Simpang Kota Pinang Menuju Gunungtua Dipenuhi Lubang
Foto SIB/Mangandar Simanjuntak
Jalan Nasional Simpang Kota Pinang menuju Gunung Tua dipenuhi lobang yang cukup leber dan dalam khususnya di daerah Sitada-tada persis di depan Pertamina (SPBU) Sitada-tada.

Aeknabara (SIB)

Pekerjaan preservasi jalan jembatan Simpang Kotapinang - Gunungtua - Simpang PAL XI tahun anggaran 2021 mencapai Rp 9.915.836.695. Namun badan jalan nasional ini masih dipenuhi lubang yang cukup besar dan dalam. Pekerjaan preservasi jalan jembatan Simpang Kotapinang-Gunungtua-PAL XI dikerjakan PT MKN.


Ketika hal ini dikonfirmasi kepada pengawas pekerjaan preservasi jalan nasional Simpang Kotapinang - menuju Gunungtua, John Viter Simanjuntak, Jumat (13/5) mengatakan, pihak kontraktor PT MKN tidak lagi memiliki dana untuk perawatan rutin hingga bulan Desember 2021, karena pada bulan Oktober hingga bulan Desember 2021 musim penghujan, sehingga lubang jalan cendrung bertambah.


Sementara saat hal ini dikonfirmasikan kepada PPK 1.4 jalan nasional Sumatera Utara, Munson Pontar Paulus Hutauruk ST mengatakan, pagu anggaran preservasi jalan jembatan Simpang Kotapinang-Gunungtua-PAL XI nilainya mencapai RP 12.352.941.000,- namun pemenang tender pekerjaan preservasi jalan jembatan Simpang Kotapinang- Gunungtua- PAL XI adalah PT MKN dengan nilai kontrak Rp 9.915.836.695.


Dalam hal ini pihak kontraktor juga melakukan rehap mayor sepanjang 700 meter, sehingga biaya tadi tidak cukup untuk melakukan perawatan/ pemeliharaan hingga bulan Desember 2021, ditambah bahwa pada bulan Desember 2021 curah hujan cukup banyak yang menyebabkan kerusakan jalan semakin bertambah.


Sementara itu Sekretaris Lembaga Informasi Harapan Masyarakat, Raden Subakti Harahap mengatakan bahwa pekerjaan preservasi jalan jembatan Simpang Kotapinang menuju Gunungtua perlu dipertanyakan, karena hingga akhir tahun anggaran 2021 jalan tersebut masih dipenuhi lobang yang cukup lebar dan dalam.


“Saya sendiri setiap dua minggu sekali harus melintasi jalan itu untuk melakukan aktifitas kerja dan akibat keadaan jalan berlobang sudah ada korban,” katanya. (E4/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com