Janses Simbolon : Pemko Medan Hendaknya Tangani Limbah Covid-19 dengan Benar


143 view
Janses Simbolon : Pemko Medan Hendaknya Tangani Limbah Covid-19 dengan Benar
Foto Dok
Janses Simbolon SE
Medan (harianSIB.com)

Penanganan limbah medis infeksius Covid-19 yang dilakukan seluruh rumah sakit (RS) di Kota Medan, hendaknya dilakukan secara benar dan cermat. Jangan nanti, akibat kurangnya penanganan limbah medis ini mengakibatkan timbulnya klaster baru pandemi covid-19.

“Pihak RS hendaknya menangani limbah covid-19 dengan benar sehingga tidak menambah persoalan baru,” ujar anggota Komisi II DPRD Medan Janses Simbolon SE kepada wartawan termasuk Jurnalis Koran SIB Desra Gurusinga, Sabtu (24/7/2021).

Disebutkannya, persoalan penanganan limbah itu harus menjadi perhatian serius semua pihak. "Pemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup harus menindaklanjuti surat edaran Gubsu terkait pengolahan limbah covid-19. Hendaknya, Pemko menelusuri penanganan limbah covid-19 dan dipastikan jangan mencemari lingkungan," tegas politisi Hanura itu.

Aparat Kepolisian juga diharapkan ikut mengawasi dan menindak RS, puskesmas maupun klinik yang terbukti tidak melakukan pengolahan limbah covid-19 dengan benar. "Sudah sekitar 1,5 tahun pandemi covid-19 melanda Kota Medan. Ke mana pihak RS membuang limbahnya. Ini perlu diselidiki," tegasnya.

Menurutnya, semua air limbah buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan penanganan covid-19 harus melalui proses pengolahan instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Sebab, limbah infeksius merupakan limbah medis yang tergolong Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Untuk penguburan mayat terpapar covid-19 saja dilakukan sesuai Prokes, apalagi limbahnya. Tentu harus ditangani dengan tata cara syarat teknis sesuai aturan. Diketahui, limbah infeksius adalah limbah yang terkontaminasi organisme pathogen dalam jumlah dan virulensi yang cukup rentan menularkan penyakit pada manusia. Kalau tidak dikelola dengan baik, limbah medis dari penanganan pasien dengan penyakit menular dikhawatirkan menjadi sumber penularan penyakit bagi pasien, petugas, dan masyarakat sekitar.

Adapun limbah infeksius tersebut berupa masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman, alat suntik bekas, set infus bekas, alat pelindung diri bekas, sisa makanan pasien. (*)

Editor
: Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com