Jasa Pengerjaan dan Material Tidak Bayar, Kontraktor Dilaporkan ke Mapolres Dairi Dugaan Penipuan


834 view
Jasa Pengerjaan dan Material Tidak Bayar, Kontraktor Dilaporkan ke Mapolres Dairi Dugaan Penipuan
Foto: SIB/Tulus Tarihoran
BERI KETERANGAN: Riduan E Napitupulu didampingi pengacara, Josep Situmorang dan Jetra Bakara beri keterangan pelaporan RPK dan CHN ke Mapolres Dairi, Sabtu (8/1) di Sidikalang.

Sidikalang (SIB)

Riduan E Napitupulu warga Sidikalang didampingi kuasa hukumnya Josep Situmorang dan Jetra Bakara melaporkan Direktur Utama PT Machasa Valentino Perkasa (PT MVP), RPK dan CHN, dugaan penipuan ke Mapolres Dairi, Sabtu (8/1) di Sidikalang. Keduanya dilaporkan ke Mapolres Dairi dengan pelaporan, Nomor: STTLP/B/10/1/2022/Polres Dairi/ Polda Sumatera Utara tertanggal 6 Januari 2022 dan Nomor STTP/B/12/1/2022/SPKT/Polres Dairi/Polda Sumatera Utara.


"Ada dua laporan pengaduan, laporan pertama terlapor RPK dan CHN. Sementara laporan kedua terlapor CHN," ucap Josep Situmorang.


Keduanya dilaporkan ke Mapolres Dairi dugaan penipuan dengan memberikan dua lembar cek bank senilai Rp 500 juta dan Rp 300 juta, tetapi cek bank tersebut tidak bisa ditukarkan.


Kliennya, Riduan E Napitupulu sebagai sub kontraktor dari PT Machasa Valentino Perkasa, untuk pengerjaan dan penyuplai base A dan base S, pada pekerjaan peningkatan jalan Silalahi- Binangara, link. 142, Kecamatan Silahisabungan, hingga selesai full base sepanjang 1,9 Km, sesuai perjanjian di hadapan notaris tertanggal 23 Juli 2021, dengan jaminan dua cek bank.


Katanya, PT Machasa Valentino Perkasa sebagai pemenang tender proyek pekerjaan peningkatan jalan Silalahi-Binangara, link. 142, Kecamatan Silahisabungan di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Dairi. Katanya, PT Machasa Valentino Perkasa mempercayakan pekerjaan itu kepada CHN.


Setelah pekerjaan base B dan base S selesai, kliennya langsung ke bank, tetapi cek bank sebagai jaminan tidak bisa ditukarkan ke bank, karena uang tidak ada di rekening PT Machasa Valentino Perkasa.


Padahal, pemerintah sudah mencairkan uang kepada PT Machasa Valentino Perkasa beberapa kali sesuai progres pekerjaan, tetapi cek yang diberikan tak kunjung bisa ditukarkan ke bank.


"Dengan itu, Riduan E Napitupulu merasa ditipu oleh RPK dan CHN, karena memberikan cek bank yang tida bisa ditukarkan. Padahal pekerjaan base A dan base S sudah selesai pada Oktober 2021," ucapnya.


CHN kembali dilaporkan, karena meminjam uang untuk kebutuhan proyek itu, dengan jaminan cek bank senilai Rp 170 juta, tetapi juga tidak bisa ditukarkan.


Dan CHN juga tidak membayarkan jasa pembukaan jalan sepanjang 500 meter kepada Riduan. Kerugian Riduan E Napitupulu, untuk kegiatan itu mencapai Rp 1 miliar lebih.


Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan RPK dan CHN, tetapi keduanya berkelit dan tidak bisa ditemui. Mungkin tidak ada etikat baik mereka, sehingga harus dilaporkan ke pihak yang berwajib.


Mereka berharap kepada kepolisian, untuk mengusut dugaan penipuan yang dilakukan RPK dan CHN. "Kami berharap polisi dapat mengungkap dugaan penipuan tersebut, sehingga kedepan tidak ada lagi korban yang sama," pinta Josep.


Sementara itu, Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman melalui Kasie Humas, Iptu Donni Saleh membenarkan ada menerima dua laporan dugaan penipuan dengan pelapor Riduan E Napitupulu. Katanya, laporan akan ditindaklanjuti dan diproses. (B3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com