Jelang Idul Adha 1442 H, Pemkab Sergai Lepas 36 Pengawas untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban


79 view
Jelang Idul Adha 1442 H, Pemkab Sergai Lepas 36 Pengawas untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban
Foto dok/Diskominfo Pemkab Sergai
TANDA PENGENAL: Bupati Sergai, H Darma Wijaya didampingi Plt Kadis Ketapang drh Andarias Ginting mengalungkan kartu tanda pengenal kepada perwakilan pengawas dan pemeriksa kesehatan hewan kurban sebelum dilepas untuk menjalankan tugas-tugasnya, Jumat (16/7) di lapangan apel Kompleks Kantor Bupati, Seirampah.
Sergai (SIB)
Menjelang Idul Adha 1442 H, Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Pemkab Sergai) melepas sekaligus menugaskan 36 orang pengawas untuk mengecek (memeriksa) kesehatan hewan kurban, Jumat (16/7) di lapangan apel Kompleks Kantor Bupati, di Seirampah.

"Selain mengecek kesehatan, petugas nantinya turut pula mendata jumlah hewan yang bakal dijadikan kurban se-kabupaten," ujar Bupati Sergai, H Darma Wijaya didampingi Wabup H Adlin Umar Yusri Tambunan ketika kata memberikan sambutan.

Lebih lanjut Bupati menyatakan, meski saat ini Serdangbedagai masih dilanda pandemi Covid-19, ia berharap para petugas bisa tetap maksimal melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing.

"Sebagai pengawas dan pemeriksa kesehatan hewan kurban, kita harus menjalin kordinasi yang baik dengan instansi terkait. Kalau menemukan tanda-tanda penyakit atau virus pada hewan kurban, diharapkan segera melapor agar ditindaklanjuti," ucapnya.

Menurut Darma Wijaya, keberadaan petugas ini semakin vital fungsinya lantaran Pemkab Sergai baru-baru ini menerima tambahan 2.000 ekor domba dari peternakan Mahir Farm, sehingga dianggap perlu mendapatkan perhatian serius.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan bahwa tahun ini Pemkab Sergai akan menyediakan 50 ekor hewan kurban untuk seluruh kecamatan di Sergai, sesuai dengan jumlah penduduknya.

"Jadi, jumlah total hewan kurban tahun 2021 cukup besar dan perlu diperiksa secara dan intensif detail. Dedikasi maupun kerja keras para petugas sangat dibutuhkan, demi suksesnya pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat," kata Darma Wijaya yang kerap disapa Wiwik itu.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang), drh Andarias Ginting melaporkan bahwa mekanisme pengawasan dan pemeriksaan hewan akan dilakukan secara 2 tahap, yakni sebelum pemotongan (ante mortem) dan setelah hewan kurban dipotong (post mortem).

"Untuk tahap ante mortem dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) atau di tempat pemotongan lainnya. Kemudian, dilakukan pemeriksaan post mortem, baik di mesjid maupun tempat pembagian daging kurban," ungkapnya. (C4/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com