Jembatan Oyo Penghubung Nias Barat - Kota Gunungsitoli Rusak Parah


409 view
Jembatan Oyo Penghubung Nias Barat - Kota Gunungsitoli Rusak Parah
(Foto Dok/Zeira)
Rusak: Ketua Fraksi Nusantara (FN) DPRD Sumut  Zeira Salim Ritonga sedang menunjukkan kondisi jembatan Oyo  Desa Tuwuna Kecamatan Mandrehe yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat  dan  Kota Gunungsitoli (Nias Induk) yang mengalami kerusakan parah, Minggu (8/8/2021).
Medan (harianSIB.com)
Ketua Fraksi Nusantara (FN) DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga melihat kondisi jembatan Oyo Desa Tuwuna Kecamatan Mandrehe yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunungsitoli (Nias Induk) mengalami kerusakan parah dan terancam ambruk, sehingga dikuatirkan hubungan kedua kabupaten itu terancam putus, jika tidak segera dilakukan perbaikan.

"Dari hasil temuan kita di lapangan, jembatan provinsi yang panjangnya mencapai 120 meter ini, kondisinya sangat memprihatinkan dan rusak parah. Sangat tidak layak dilintasi," tandas Zeira Salim Ritonga kepada wartawan termasuk Jurnalis Koran SIB Firdaus Peranginangin, Minggu (8/8/2021) di Medan seusai melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Nias.

Bahkan yang paling membahayakan, tandas Bendahara DPW PKB Sumut ini, dasar jembatan yang terbuat dari papan sudah lapuk dan sebagian besar sudah berpatahan, sehingga sangat rawan dilintasi kendaraan roda dua maupun empat.

"Padahal jembatan yang merupakan satu-satunya sarana penghubung dari Nias Barat ke Kota Gunungsitoli dan sebaliknya ini, sangat vital untuk mengangkut hasil-hasil pertanian masyarakat maupun bahan Sembako, sehingga sangat mendesak untuk dilakukan perbaikan," tandas Zeira Salim.

Berkaitan dengan itu, anggota dewan Dapil Labura, Labusel dan Labuhanbatu itu mendesak Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut untuk bergerak cepat melakukan perbaikan atau mengganti jembatan yang lebih permanen, guna mempermudah masyarakat melintasinya.

"Kita mendesak Dinas BMBK Sumut mengajukan anggaran perbaikan jembatan di P-APBD Sumut TA 2021 atau di R-APBD 2022, karena perbaikan jembatan tersebut merupakan tanggungjawab Pemprov Sumut, " tegas Zeira Salim.

Menurut Wakil Ketua Komisi B ini, jika Dinas BMBK Sumut lambat melakukan perbaikan, dikuatirkan kondisi jembatan semakin parah dan putus, sehingga Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunungsitoli akan terisolir, karena hanya jembatan tersebut satu-satunya akses penghubung ke kedua kabupaten dimaksud.(*).

Editor
: Robert/Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com