Rabu, 19 Juni 2024 WIB

KPU Sumut Tindaklanjuti Laporan Dua Peserta Soal Pemilihan PPS di Desa Selamat Deliserdang

Redaksi - Selasa, 31 Januari 2023 17:25 WIB
194 view
KPU Sumut Tindaklanjuti Laporan Dua Peserta Soal Pemilihan PPS di Desa Selamat Deliserdang
Net/harianSIB.com
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara
Medan (SIB)
Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan dua peserta terkait permasalahan pemilihan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Selamat, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang.
"Benar, kami telah menerima surat tersebut. Langkah kami selanjutnya adalah kami akan meminta klarifikasi kepada jajaran KPU Deliserdang. Setelah itu kami juga akan meminta keterangan dari pangadu agar informasi yang kami dapat lebih komprehensif," ucap Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin kepada wartawan di Medan, Senin (30/1).
Lebih lanjut mantan Kordinator Kontras wilayah Sumut ini menerangkan, apabila ada indikasi temuan pelanggaran, maka pihaknya akan mengkaji. Menurutnya, KPU Sumut memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap rekrutmen.
"Di dalam Peraturan KPU (PKPU) No 8 Tahun 2019, kami diberikan KPU Provinsi diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan. Sehingga kewenangan inilah yang kami laksanakan. Terlebih dengan adanya pengaduan dari masyarakat seperti ini," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, dua peserta yang mengikuti Pemilihan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Selamat, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang memprotes hasil seleksi tersebut karena diduga tidak sesuai mekanisme atau adanya indikasi rekayasa atau titipan.
Hal itu disampaikan kedua peserta PPS yakni Zulkarnain SE (57) warga Dusun V, Desa Selamat, Kecamatan Biru-Biru dan Aji Purnomo (22) warga Dusun II, Desa Selamat, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
"Penilai tersebut, kami duga tidak fair karena penilaian ujian tertulis yang lolos diumumkan dengan nilai yang terpilih menjadi anggota PPS adalah nilai terendah," ujar kedua peserta kepada wartawan, Minggu (29/1) malam.
Menurut keduanya, proses seleksi wawancara yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Kantor Camat Biru-Biru pada tanggal 19 Januari 2023 kemarin, tidak menguji pengetahuan peserta tentang materi seputar pemilu.
Melainkan materi wawancara, masalah kesanggupan pribadi untuk melaksanakan tugas-tugas PPS yang terpilih.
"Tidak diketahui pasti sistem apa yang dipakai KPU Deliserdang dan PPK Kecamatan Biru-Biru sebagai acuan standar penilaian pemilihan PPS. Menurut kami, pendidikan, hasil nilai ujian dan pengalaman calon PPS tidak menjadi nilai tambah bagi hasil seleksi," kata keduanya.
Atas kejanggalan tersebut, keduanya telah menyurati Ketua KPU Sumut untuk menelusuri apakah keputusan KPU Deliserdang tentang hasil seleksi calon anggota PPS khususnya di Desa Selamat, Kecamatan Biru-Biru sudah sesuai mekanisme atau ada indikasi rekayasa atau titipan.
"Kami berharap agar Ketua KPU Sumut untuk merespon surat laporan kami ini, dan apabila adanya kecurangan terkait pemilihan PPS di Desa Selamat, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang dapat memproses sesuai aturan hukum yang berlaku atau pedoman petunjuk teknis," pungkasnya. (A17/d)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPU Sumut Perkenalkan Si Mamo Sebagai Maskot Pilgubsu 2024
KPU Sumut Mulai Bahas Pelaksanaan PSU di 9 TPS
Pertengahan Juni, PPS di Sumut akan Rekrut 41.406 Pantarlih
Pilkada 2024, Jumlah TPS di Sumut 25.059
KPU Tetapkan 100 Caleg Terpilih DPRD Sumut
KPU Sumut Luncurkan Tahapan Pelaksanaan Pilkada
komentar
beritaTerbaru