Ka BNNK Asahan: Penyalahgunaan Narkoba adalah Extraordinary Crime


668 view
Ka BNNK Asahan: Penyalahgunaan Narkoba adalah Extraordinary Crime
Foto: Dok/BNNK Asahan
FOTO BERSAMA : Kepala BNNK Asahan AKBP V.I Sembiring SH  MSi berfoto bersama dengan Kasi Berantas Kompol Marthin Gultom MH, Agen Pemulihan Prioritas Nasional BNN Asahan Azhar Nasution, Kasubbag Umum Wawan Kurniawan SPd, Penyuluh Ahli Muda Hendi SH dan Konselor Ahli Muda Yudi Purwana S.PKP, usai melaksanakan pres release, Senin (29/12). 
Kisaran (SIB)
Penyalahgunaan Narkoba merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Hal ini menjadi perhatian dunia, karena dampaknya dapat merusak satu generasi bangsa dari suatu negara.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asahan, AKBP V.I Sembiring SH MSi didampingi Kasi Berantas Kompol Marthin Gultom MH, Agen Pemulihan Prioritas Nasional BNN Asahan Azhar Nasution, Kasubbag Umum Wawan Kurniawan SPd, Penyuluh Ahli Muda Hendi SH dan Konselor Ahli Muda Yudi Purwana S.PKP, dalam pres release akhir tahun 2020, Senin (29/12).

Dijelaskan Sembiring, berdasarkan hal tersebut, BNNK Asahan selama tahun 2020 berhasil mengamankan barang bukti Narkoba berupa 7,6 gram sabu dan 4,252 gram ganja dari 4 orang tersangka. Untuk program rehabilitasi, pihaknya menyebutkan 20 klien mengikuti kegiatan pasca rehabilitasi dan 280 klien mendapatkan layanan rehabilitasi.

“Realisasi capaian penyerapan anggaran sampai dengan saat ini mencapai 98, 04 persen dan realisasi sampai akhir tahun bisa mencapai 99 persen,” ucapnya.

Lanjut AKBP Sembiring, saat ini dunia sedang dilanda Covid-19 yang banyak berpengaruh terhadap semua sistim dan sendi kehidupan manusia . Pandemi Covid-19 tidak hanya mengakibatkan jutaan manusia meninggal dunia, namun juga memberikan dampak besar pada munculnya modus baru dari peredaran gelap Narkotika di dunia.

Diketahui, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia terjadi penurunan dari tahun ke tahun. BNN mencatat adanya penurunan angka prevalensi penyalahguna narkoba pernah pakai sebesar 2.4 persen tahun 2015 menjadi hanya 1,8 persen penyalahguna narkoba di tahun 2019. Artinya terjadi penurunan sebesar 0,6 persen. Berdasarkan data ini dapat diartikan sampai dengan tahun 2019 sebanyak 1juta orang tidak lagi melakukan penyalahgunaan terhadap narkoba. (A02/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com