Kabel Kendur dan Menjuntai ke Tanah Ancam Keselamatan Warga di Nias


237 view
Kabel Kendur dan Menjuntai ke Tanah Ancam Keselamatan Warga di Nias
(Foto: SIB/Normaius Gori)
KABEL: Kabel listrik di Desa Lauri Nias dan Iraonogewa terlihat menjuntai ke tanah, serta dipaku pada pohon sehingga mengancam keselamatan warga, Selasa (5/11) 
Nias (SIB)
Sudah tidak rahasia umum lagi jika jaringan PLN di Pulau Nias, khususnya kabel listrik kebanyakan tidak terpasang dengan baik. Pada banyak tempat, kabel banyak yang kendur dan menjuntai ke tanah.
Persoalan ini menyebabkan kekhawatiran tersendiri bagi warga, sebab bila kabel tersentuh arus listrik bisa berakibat fatal bagi warga.
Pantauan SIB dalam seminggu terakhir, hingga Selasa (5/11), diketahui kabel listik banyak yang tidak terpasang baik. Ada yang mengenai tanah, ada juga yang hanya 50 Cm dari tanah. Kemudian ada kabel yang kendur, sehingga disengaja ditempelkan pada pohon yang tumbuh di sekitar jaringan.
Sejumlah wilayah kabel listrik tidak terpasang baik, antara lain di beberapa titik di Nisel seperti di Desa Lolowau, Desa Hilifaago, di Kecamatan Gomo, Mazo.
Kemudian di Kabupaten Nias seperti di Hiliserangkai, Desa Baruzo, Desa Hilizoi, Desa Lauri, Desa Lolowua, Dusun 3 Sogaeadu Nias.
Kemudian beberapa titik di wilayah Kota Gunungsitoli antara lain di Desa Iraonogewa, Desa Sihareo, Desa Onowaembo dan banyak lagi sesuai keluhan masyarakat.
Kepala Desa Lauri Nias, Yuniman Zandroto mengaku kecewa dengan pelayanan PLN, yangmana di desanya juga ada beberapa titik terdapat kabel menjuntai ke tanah. Dia pun harus berkali-kali mengingatkan warga, agar tidak menyentuhnya, sebab dapat menjadi masalah keselamatan.
"Persoalan kabel mengendur ke tanah telah kita sampaikan berkali-kali ke pihak PLN namun jarang mendapat tanggapan," kesalnya.
Sementara Kepala Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Nias yang dikonfirmasi melalui Humas, Riady Afdol tidak memberi keterangan terkait penyebab tidak beraturannya kabel di beberapa tempat.
Riady justeru meminta warga menyampaikan laporan lokasi yang dipermasalahkan. "Ini tugas bagian pemeliharaan jaringan. Kami akan survei dulu dimana saja lokasinya, dan kami pasti tindaklanjuti" katanya.
Terkait penyebab kabel kabel yang tidak terpasang dengan baik serta ancaman keselamatan warga, tidak dijawabnya.
Riady juga menjelaskan, jaringan PLN di Pulau Nias banyak terganggu karena pohon dan tanaman. Bila hendak dilakukan pebersihan dan penebangan pohon, masyarakat dikatakan kerap meminta ganti rugi.
"Hal ini kerap menjadi kendala, PLN tidak menyediakan anggaran ganti rugi pohon pengganggu," jelasnya. (**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com