Kadin Indonesia, GPEI dan KB Bukopin Gelar Business Talk Peluang Ekspor

* Korsel, Potensi Besar Buyer Proyek Infrastruktur dan Manufaktur Nasional

134 view
Kadin Indonesia, GPEI dan KB Bukopin Gelar Business Talk Peluang Ekspor
Foto Istimewa
Ilustrasi ekspor dan impor.
Medan (SIB)
Kalangan dunia usaha di Kamar Dagang dan Industri Indonesi (KADIN) dan Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) menilai Korea Selatan (Korsel) saat ini merupakan peminat bisnis (buyer) untuk investasi pada produk atau proyek-proyek infrastruktur dan juga manufaktur nasional, termasuk di daerah-daerah potensial di Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia Pusat, Ir H Eddy Ganefo MM dan Ketua Umum DPP GPEI Khairul Mahalli, senada menyatakan rencana dan potensi produk maupun proyek-proyek yang selama ini, termasuk sebelum masa pandemi, sudah disiapkan oleh pihak pemerintah maupun kalangan swasta (private sector), sebaiknya terus di-launching ke kalangan calon investor dan calon importir melalui berbagai forum misi dagang dan promosi.

"Masa pandemi ini sebenarnya masa dan momen tepat untuk sosialisasi dan pematangan daya saing untuk menghadapi ledakan kompetisi bisnis yang pasti agresif ketika iklim ekonomi dunia pulih dan bangkit kembali begitu masa pandemi ini berakhir. Edukasi soal mekanisme ekspor dan upaya prolehan insentif pajak ekspor untuk mempermudah arus buyer (calon importir) tentu menjadi item penting," ujar Eddy Ganefo kepada dalam siaran pers melalui Sekretariat Bersama KADINSU dan GPEI Sumut, Sabtu (28/8).

Dia menyebutkan hal itu seusai diskusi bisnis (business talk) secara zoom meeting pada Sabtu (28/8) tentang Kemudahan Calon Eksportir dan Buyer dari Korsel, yang terkait dengan kebijakan fiskal angkutan pelayaran (pre-shipment letter of credit-LC). Diskusi ini merupakan kerjasama Kadin, GPEI dan KB Bank Bukopin yang menampilkan Ketua Umum DPP Kadin Indonesia Eddy Ganefo, Ketua Kadin Provinsi Jawa Barat Tubagus Indrajaya bersama Wakilnya (bidang perdagangan) Indriyani, Wholesale Korean Link Business KB Bukopin Atiqan MM CITF dan Ketua Umum DPP GPEI Khairul Mahalli yang juga Ketua Umum Kadin Provinsi Sumatera Utara.

Secara khusus, Khairul Mahalli menyebutkan pihaknya bersama praktisi bisnis dan UKM di Sumut akan menawarkan sejumlah proyek dan produk di luar sektor infrastruktur dan manufaktur kepada calon buyer atau investor dari Korea Selatan, atau negara-negara lain yang potensial sebagai buyer baru.

"Kalau Korsel saat ini sangat berminat pada sektor infrastruktur atau manufaktur seperti pembangkit listrik dan konstruksi jalan raya, kita juga akan tawarkan produk agribisnis seperti rempah andaliman dari Toba atau kopi dari Tapanuli dan Mandailing. Kita akan galang model bisnis atau launching mirip MLM, kalau bagi Korsel kurang pas untuk produk tertentu, kita dorong agar Korsel menawarkan produk kita itu kepada kolega atau mitranya sesama buyer dari negara lain," katanya mengadopsi makna sistem 'wholesale link' dari KB Bukopin.

Dia mecontohkan proyek pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) berkapasitas 6x800 MW di Kabupaten Batubara yang sudah ditawarkan Pemprov Sumut pada Januari lalu kepada investor dari Korsel, Hanlim Power Corporation (HPC)untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di kompleks bisnis Seimangkei dan Kuala Tanjung. Beberapa tahun lalu, calon investor dari Korsel Han Hwa Corporation juga berminat pada proyek PLTA sebelum PLTA Asahan 3 dikerjakan.

"Kendati arus investasi ke Sumut tampak anjlok di masa pandemi ini, tapi volume ekspor komoditas melalui Balai Besar Karantina Pertanian Sumut di Belawan justru meningkat. Pada semester-1 tahun 2021 nilai ekspornya Rp13,51 triliun atau naik 43,33 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu, yaitu Rp9,43 triliun. Ini kan masih indikator prospek bagus," katanya optimis. (A5/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com