Kadistan Agara Riskan SP MM : Hingga Oktober 2021, Produksi Jagung di Agara 108 Ribu Ton Lebih


121 view
Kadistan Agara Riskan SP MM : Hingga Oktober 2021, Produksi Jagung di Agara 108 Ribu Ton Lebih
(Foto: SIB/Armentoni Munthe)
PANEN RAYA : Kadistan Agara Riskan SP MM (tengah), saat bersama petani sedang panen raya jagung beberapa waktu lalu. 
Kutacane (SIB)
Komoditi andalan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara khususnya di sub sektor Tanaman Pangan adalah tanaman jagung dan padi. Sementara andalan di sub sektor Perkebunan adalah tanaman kakao, kopi, karet, pinang dan aren.

Demikian disampaikan Kadis Pertanian Aceh Tenggara Riskan SP MM kepada SIB saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (23/11). Katanya, untuk tanaman jagung dari bulan Januari hingga Oktober 2021 mampu mengeluarkan produksi sebanyak 108.640 ton jagung.

Dengan rincian, luas lahan tanam baku 19.879 hektare dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara, dengan sasaran tanam seluas 20.181 hektare (Januari-Oktober) dan lahan panen atau produksi seluas 24.691 hektare, ini termasuk lahan produksi penambahan (Carryover) dari petani, ungkapnya.

Riskan juga menjelaskan, harga pasaran jagung pipilan mencapai Rp 4.500 per kilogram. Kalau dihitung jumlah hasil produksi dikalikan dengan harga perkilogram saat ini, berarti hasil panen jagung petani sudah menembus angka Rp 488 miliar lebih. Berdasarkan data BPS produkltivitas jagung 44,78 kwintal/Ha (4,4 ton/Ha), tuturnya.

Sarana produksi petani jagung yang masuk program 188 kelompok tani, dan dari setiap kelompoknya terdiri dari 20 sampai dengan 25 orang. Kami yakin, hitungan hasil produksi jagung kita masih jauh diatas angka ini, karena masih belum terdata dari petani secara keseluruhan.

Makanya untuk tahun 2022 nanti, akan ditempatkan petugas di pos perbatasan Lawe Pakam, untuk mencatat dan mendata berapa sebenarnya produksi jagung di Aceh Tenggara, karena para petani saat panen tidak melaporkan jumlah hasil panennya, kecuali yang sudah masuk kelompok binaan pertanian kita, katanya.

Sementara untuk padi, lahan tanam baku seluas 8.778 hektare, dengan produktivitas sebanyak 6,8 ton/Ha, dan luas tanam 13.843 hektare dari 124 kelompok tani dengan luas lahan panen 8.756 hektare. Dan mampu mengeluarkan hasil produksi sebanyak 59.540 ton. Harga gabah kering (15 November 2021) Rp 5.000/Kg. Kalau dirupiahkan sesuai harga gabah kering panen saat ini berkisar Rp 297 miliar lebih, terang Riskan.

Diharapkan dengan adanya bantuan sarana pendukung, pemanfaatan teknologi minimal hasil yang sudah dicapai bisa dipertahankan oleh para petani, semestinya terus meningkat sehingga bisa menambah kesejahteraan para petani.

Sementara untuk komoditi andalan di sub sektor perkebunan, tanaman kakao, kopi, karet, pinang dan aren datanya belum lengkap, anggota lagi melakukan pendataan, karena saya pun baru di Dinas Pertanian, pungkasnya. (B6/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com