Jalin Kerjasama Dengan BNNP Sumut Terkait P4GN

Kadiv Pas akan Tindak Napi dan Pegawai Terlibat Narkoba di Lapas dan Rutan


117 view
Kadiv Pas akan Tindak Napi dan Pegawai Terlibat Narkoba di Lapas dan Rutan
Foto: SIB/Humas Lapas Klas 1 Medan
Plh Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham Sumut Erwedi (baju merah) berfoto bersama Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga Panjaitan seusai pertemuan, Jumat (5/11).
Medan (SIB)
Jalin kordinasi dan sinergritas terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Rutan dan Lapas, Plh Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan (Pas) Kementrian Hukum dan Ham Sumut, Erwedi Supriyatno Bc.Ip, SH MH bertemu Kepala BNNP Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Toga Panjaitan, Jumat (5/11).

Dalam pertemuan yang dilakukan pada ruang kerja Kepala BNNP Sumut ini, Plh Kadiv Pas Sumut yang sekaligus menjabat Sebagai Kepala Lapas (Kalapas) Klas 1 Medan ini membahas terkait sejumlah permasalahan narkoba yang ada di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rutan dan Lapas yang ada di Sumatera Utara.

Dimana, untuk melakukan pencegahan adanya peredaran narkoba di dalam Rutan dan Lapas perlu peran serta atau keterlibatan dari instansi penegak hukum seperti BNN. Hal ini lantaran dari total 34.766 narapidana yang ada di Sumut sebanyak 26.294 Orang di antaranya merupakan narapidana tindak pidana narkotika.

“Dengan banyaknya jumlah narapidana terkait kasus tindak pidana narkotika ini, membuat kami sedikit kesulitan untuk melakukan pengawasan terkait peredaran gelap narkoba yang ada di Rutan dan Lapas. Untuk itu, kami berharap adanya peran serta keterlibatan institusi lain seperti BNN yang dapat membantu kami untuk melakukan pengawasan dan pencegahan,” jelas Erwedi.

Bukan hanya turut melakukan pengawasan dan pencegahan peredaran Narkoba, Erwedi juga mengharapkan BNN juga dapat membantu Kemenkumham dalam hal pembinaan dan penyelesaian bagi para narapidana yang merupakan pecandu narkoba sehingga mengakibatkan mereka berada di dalam penjara seperti saat ini.

“Seperti yang kita tahu, lebih dari 70% narapidana kasus narkotika yang ada di Rutan dan Lapas itu merupakan pecandu narkoba. Untuk itu, kami berharap dengan adanya kordinasi dengan BNN ini dapat membantu kami dalam hal penyelesaian dan pembinaan bagi narapidana yang merupakan pecandu narkoba,” terang Erwedi.

Lanjutnya, bahwa pihaknya akan menindak tegas jika ada narapidana maupun pegawai yang ditemukan terlibat peredaran narkoba di dalam Rutan dan Lapas.

“Jika kita temukan adanya barapidana maupun pegawai yang masih terlibat peredaran narkoba di dalam rutan dan lapas akan kita tindak tegas dan menyerahkannya ke BNN untuk dikukan proses hukum. Dan untuk pegawai sendiri kita selalu ingatkan untuk tidak membantu atau memfasilitasi narapidana dengan memberi akses masuknya narkoba maupun alat komunikasi,” tegas Erwedi mengakhiri. (A17/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com