Kapolda Sumut Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel Berkunjung ke Dairi, Dinobatkan Jadi Marga Ujung Istri Boru Padang

* Tanam 1000 Pohon di TWI Sitinjo * Gedung Satpas Polres Dairi Diresmikan

1.186 view
Kapolda Sumut Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel Berkunjung ke Dairi, Dinobatkan Jadi Marga Ujung Istri Boru Padang
SIB/Tulus Tarihoran
DIULOSI: Kapoldasu Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel Ujung MSi dan istri Hj Ningrum boru Padang diulosi tokoh adat Pakpak didampingi Bupati Dairi Johnny Sitohang, Jumat (3/3) di PT Wahana, Kelurahan Panji Dabutar Kecamatan Sitinjo, Dairi.
Sidikalang (SIB) -Kepala kepolisian daerah (Kapolda) Sumatera Utara Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi, bersama rombongan jajaran Polda Sumut berkunjung ke Dairi, Sabtu (4/3), dalam rangkaian peningkatan soliditas dan kualitas anggota.

"Kunjungan ke Polres Dairi untuk bertemu langsung dengan anggota polisi dalam rangkaian peningkatan soliditas dan peningkatan kualitas," ucapnya. Kemudian, juga menyampaikan hal-hal prioritas dalam penanganan persoalan yang ada di wilayah hukum Dairi.

Kunjungan Kapoldasu bersama istri Hj Ningrum dan rombongan jajaran Poldasu melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Dairi, tokoh adat, tokoh agama, Jumat (3/3) malam di PT Wahana Kelurahan Panji Dabutar Kecamatan Sitinjo Dairi.

Pada kesempatan itu, tokoh adat Pakpak membulang-bulangi dan menobatkan Kapoldasu menjadi marga Ujung, yakni Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel Ujung, sedangkan istrinya Hj Ningrum Boru Padang. Marga Ujung merupakan salah satu dari tujuh marga Pakpak.

Kapoldasu mengatakan, pemberian marga baginya, merupakan suatu penghargaan dan apresiasi. Marga merupakan warisan kebudayaan. Dairi terdiri dari berbagai suku budaya dan agama yang dapat memancarkan kebhinekaan.

Kebhinekaan di Dairi sudah diimplementasikan melalui silaturahmi. Dairi dapat disebut sebagai miniatur bangsa, karena penduduknya heterogen. Hidup berdampingan dan harmonis. Dairi patut dijadikan contoh kebhinekaan, karena nilai-nilai Pancasila itu sudah diimplementasikan di Dairi, ucapnya.

Pancasila sudah bekerja dalam kehidupan masyarakat Dairi. Lanjutnya, hubungannya dengan kepolisian yaitu nasionalisme, keamanan yang bagian dari tugas polisi. Fungsi polisi dalam persoalan, diawali dengan identifikasi kemudian mencari upaya penyelesaian.

Kemudian, polisi harus dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk melawan berbagai persoalan, melakukan pencegahan. Polisi, TNI dan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Demikian juga tiga pilar (Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala Desa) plus tokoh agama.

Lanjutan rangkaian kunjungan, Kapoldasu bersama rombongan, Pemkab Dairi, Polres dan Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Polres Dairi gelar penanaman 1000 pohon di Taman Firdaus kawasan Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo.

"Penanaman pohon di TWI merupakan kerjasama antara Polres Dairi dengan pemuka agama. Penanaman pohon merupakan wujud kerukunan umat beragama juga bukti kepedulian lingkungan di Dairi," kata Ketua Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Polres Dairi Pdt Esron Marpaung, Sabtu (4/3) di TWI.

Kedatangan Kapoldasu serta istri dan rombongan yakni Karo Ops, Dirnarkoba, Dirkrimsus, Dirlantas, Kabid Humas dan Dansat Brimob disambut Bupati Dairi Johnny Sitohang, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, Sekretaris Daerah Sebastianus Tinambunan, pimpinan SKPD, Dandim 0206/Dairi Letkol Inf Jatmiko Aryanto, Kepala Pengadilan, Kapolres Dairi serta jajaran, tokoh adat dan pemuka agama.

Gedung Satpas
Kapoldasu Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi meresmikan gedung Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Dairi, Sabtu (4/3) di Mapolres Dairi.

Pembangunan gedung Satpas Polres Dairi bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Diharapkan dengan dibangunnya gedung Satpas, dapat meningkatkan pelayanan masyarakat dalam pembuatan SIM.

Dalam acara peresmian, Kapoldasu menandatangani prasasti tanda bukti gedung Satpas sudah selesai dibangun. Kemudian, istrinya Hj Ningrum melakukan pengguntingan pita dan membuka gedung. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ruangan gedung.

Kapolres Dairi AKBP Kobul Syahrin Ritongga mengatakan, pembangunan gedung menggunakan DIPA Polres Dairi, dengan besaran biaya sekitar Rp 2 miliar lebih. Gedung dibangun dengan luas sekira 455 meter persegi. Lanjutnya, untuk kontruksi berbiaya Rp 1,5 miliar. Kemudian fasilitas Rp 180 juta, desain Rp 198 juta, pengawasan Rp 61 juta dan lainnya.

Pembangunan sudah selesai sejak Desember lalu, gedung terdiri dari 19 ruangan. Lanjutnya, sebelum peresmian, gedung tersebut sudah difungsikan dalam layanan pembuatan SIM.  

Peresmian gedung juga turut dihadiri Bupati Dairi Johnny Sitohang, Wakil Bupati Irwansyah Pasi, Sekda Sebastianus Tinambunan, Kepala Pengadilan Sidikalang, pimpinan SKPD, Perwakilan Kodim 0206 Dairi, tokoh agama dan tokoh adat. (B07/q)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com