Kasus Konfirmasi Covid-19 Masih Tinggi, PPKM Diperpanjang di Simalungun


433 view
Kasus Konfirmasi Covid-19 Masih Tinggi, PPKM Diperpanjang di Simalungun
Foto Dok
Akmal Siregar
Simalungun (harianSIB.com)
Pemerintah Kabupaten Simalungun kembali memperpanjang masa penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. PPKM diperpanjang hingga 17 Juni 2021.

"Sesuai instruksi bapak bupati, pembatasan kegiatan masyarakat diperpanjang selama 2 minggu ke depan. Hal ini didasari karena lonjakan kasus konfirmasi Covid-19 masih tinggi di Simalungun," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Simalungun, Akmal Siregar di Pamatangraya, Kamis (3/6/2021).

Berdasarkan update data, katanya, sebanyak 93 kasus konfirmasi Covid-19 di Simalungun, 26 kasus suspek dan 1.126 pasien sembuh. Sementara kasus kematian konfirmasi bertambah 3 orang dalam kurun waktu 2 hari.
"Tiga dari 32 kecamatan di Kabupaten Simalungun masuk kategori zona merah penyebaran Covid-19, yaitu Kecamatan Tapian Dolok, Bandar dan Dolok Batunanggar," ungkap Akmal.

Keluarnya Instruksi Bupati tersebut menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor: 11 Tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Kemudian, menindaklanjuti Instruksi Gubernur Sumatera Utara tentang pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Akmal, ada beberapa poin penting dalam mengatur pembatasan kegiatan masyarakat yang termuat pada Instruksi Bupati di antaranya, tidak diizinkan operasional untuk tempat hiburan. Tidak mengadakan kegiatan pesta atau hajatan sampai tanggal 17 Juni 2021.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan juga berlaku di lingkungan tempat kerja/perkantoran dengan menerapkan "work from home" sebesar 50 persen dan "work from office" sebesar 50 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pangulu (kepala desa) dan lurah bersama jajarannya diminta memonitoring dan melaporkan kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang masuk ke wilayahnya masing-masing serta melakukan isolasi dan tracing.

Akmal berharap seluruh elemen masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (*)

Penulis
: Jheslin M Girsang
Editor
: Robert
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com