Kasus Omicron di Indonesia Melonjak, Ini Rekomendasi PDPI ke Pemerintah dan Masyarakat


308 view
Kasus Omicron di Indonesia Melonjak, Ini Rekomendasi PDPI ke Pemerintah dan Masyarakat
(Foto Dok/Leo Bukit)
Logo PDPI 

Medan (harianSIB.com)

Kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia melonjak, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mendorong dan merekomendasikan masyarakat yang layak untuk divaksin segera menjalani vaksinasi Covid-19 lengkap (dua dosis).


"Iya benar rekomendasi itu dikeluarkan pengurus pusat tanggal 24 Januari 2022. Isi surat itu menerangkan pada awal tahun 2022, kasus Covid-19 di Indonesia meningkat signifikan dari sebelumnya," kata Ketua PDPI Sumut dr Amiruddin SpP, Kamis (27/1/2022).


Berdasarkan data kasus harian dari Satgas Covid-19 pada 23 Januari 2022 angka penambahan kasus Covid-19 yaitu 2.925 kasus. Jumlah kasus varian Omicron hingga tgl 23 Januari adalah 1.629 kasus terkonfirmasi, dan akan lebih banyak lagi bila ditambah dengan kasus yang masuk kategori “probable” yang sedang menunggu hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).


Kemudian, pada 22 Januari 2021 dilaporkan dua kasus kematian pasien Omicron di Indonesia. Hingga hari ini, terjadi peningkatan seluruh kasus Covid-19 yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan data 1 Januari 2022. Peningkatan ini diduga diakibatkan oleh varian baru Covid-19 yaitu varian Omicron.


Varian Omicron memiliki kemampuan penularan dan kemampuan memperbanyak diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya.


Data menunjukkan bahwa sebagian besar kasus Omicron merupakan kasus tanpa gejala. Kasus tanpa gejala ini sebagian besar ditemukan pada individu yang telah divaksinasi lengkap.


Hal ini menunjukkan vaksinasi bermanfaat untuk mencegah terjadi gejala pada individu yang telah divaksinasi. Berbagai pihak memprediksi puncak kenaikan kasus Covid-19 akan terjadi pada pertengahan Februari 2022 hingga Maret 2022. Data juga menunjukan bahwa lebih dari 20% kasus Omicron di Indonesia saat ini adalah merupakan kasus penularan lokal.


Jika kasus terus meningkat dan tidak terkendali maka ada kemungkinan sistem kesehatan Indonesia akan kewalahan. Oleh sebab itu pemerintah serta masyarakat harus maksimal dalam melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 ini, terutama pada upaya pencegahan penularan.


Menyikapi kondisi ini, PDPI mendorong dan merekomendasikan masyarakat yang layak untuk divaksin segera menjalani vaksinasi Covid-19 lengkap (dua dosis) di sentra pelayanan vaksinasi terdekat, seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan, semua pihak harus waspada dan mengetahui gejala Covid-19 varian Omicron.


Keluhan klinis dari varian Omicron yang terbanyak adalah batuk kering, nyeri tenggorok, tenggorokan gatal (merupakan keluhan tersering), merasa kelelahan atau mudah lelah, hidung tersumbat/pilek, demam, nyeri kepala, gejala lainnya, namun jarang terjadi, adalah mual dan muntah, sesak napas, demam, dan diare.


Gejala varian ini terkesan ringan, namun terdapat berbagai data yang menyebutkan bahwa gejala dapat menjadi berat seperti demam tinggi dan sesak napas berat pada kelompok lanjut usia, kelompok masyarakat dengan komorbiditas (penyakit kronik lainnya), dan anak-anak sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit.


Jika ada yang mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan terdekat, melakukan isolasi mandiri di rumah, memperketat dan tetap disiplin pada protokol kesehatan, menkonsumsi vitamin, mencukupi kebutuhan gizi, memperbanyak istirahat, dan tidak menunda-nunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.


Setiap individu masyarakat diharapkan mampu menjadi agen edukasi tentang Covid-19 terkait varian Omicron, gejala dan keluhan, cara pencegahan, dan tata cara isolasi mandiri. Pemerintah agar memaksimalkan aktivitas 3T, segera mengejar target cakupan vaksinasi primer dan booster, serta memetakan dan mempersiapkan tempat-tempat isolasi terpusat.


Masyarakat diharapkan tetap waspada, namun tidak panik terhadap Covid-19 varian Omicron. Mari bersama-sama berusaha sangat keras dan maksimal dalam waktu yang singkat untuk kemudian bersama-sama terbebas dari pandemi ini. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com