Kasus Penganiayaan, Kejari Palas Hentikan Penuntutan Secara Restorative Justice


196 view
Kasus Penganiayaan, Kejari Palas Hentikan Penuntutan Secara Restorative Justice
(ANTARA/HO)
Kajari Palas Teuku Herizal SH, MH, didampingi Kasi Intel Muhardani Budi Septian SH, Kasi Pidum Kuo Bratakusuma SH, MH, Kasubag Bin Erwin Efendi Rangkuti SH dan tokoh masyarakat H. Fauzan Hamidi Hasibuan foto bersama dengan IA dan HBS dikegiatan prosesi perdamaian dan penghentian tuntutan kasus perkara penganiayaan ( tipiring) di di Aula Kantor Kejari Palas, Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kamis (28/10/2021) siang.

Sibuhuan (SIB)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice) atas perkara tindak pidana penganiayaan yang dilakukan seorang oknum anggota Polri berinisial IA (38), terhadap seorang petugas Dishub Palas inisial HBS (39).


Penghentian kasus penganiayaan tersebut, didasari kesepakatan damai antara pelaku dan korban tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Prosesi perdamaian yang diawali permintaan maaf dari pelaku terhadap korban tersebut, berlangsung di Aula Kantor Kejari Palas, Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kamis (28/10) dihadiri Kajari Palas, Teuku Herizal SH MH, Kasi Intel Muhardani Budi Septian SH, Kasi Pidum Kuo Bratakusuma SH MH, Kasubag Bin Erwin Efendi Rangkuti SH dan perwakilan tokoh masyarakat H Fauzan Hamidi Hasibuan.


"Keadilan restoratif ini telah diamanatkan dalam peraturan Kejaksaan RI nomor 15 tahun 2020 yang bertujuan menciptakan harmonisasi keadilan di masyarakat," kata Kasi Intel Kejari Palas Muhardani Budi Septian kepada sejumlah wartawan.


Diungkapkan Kasi Intel, kronologis perkara penganiayaan tersebut, berawal saat korban bersama beberapa rekannya melaksanakan tugas mengatur arus lalu lintas yang sedang macet di salah satu jalan di Sibuhuan. Saat itu, pelaku yang kebetulan lewat tiba-tiba mengucapkan kata-kata yang kurang baik terhadap korban. Mendegar kata - kata yang kurang baik tersebut, korban mendatangi pelaku hingga terjadi kasus perkara penganiayaan tersebut.


"Saat didatangi korban, pelaku khilaf langsung melaga ( memukulkan) kepalanya kepada korban hingga dua kali.

Seterusnya kejadian itu direlai oleh rekan - rekan korban yang berada saat peristiwa tersebut" terang Kasi Intel.


"Permintaan maaf dan surat perdamaian antara pelaku dan korban secara adminiatrasi juga telah ada suratnya, tanggal 14 Oktober 2021 lalu," ujar Kasi Intel.


Melalui penghentian kasus perkara penganiayaan ini, sebelumnya Kajari Palas Teuku Herizal SH MH, berharap pelaku dan korban agar lebih akur, dan meningkatkan hubungan silaturrhami, hingga dapat menjadi contoh yang baik terhadap masyarakat luas ke depan.


Menangapi proses penghentian kasus perkara ini, tokoh masyarakat Palas H Fauzan Hamidi Hasibuan mengapresiasi kinerja Kejari Palas. Ia berharap, penanganan kasus tindak pidana ringan yang humanis seperti ini, dapat tetap diterapkan oleh pihak Kejari Palas ke depan. (F5/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com