Kasus Swab Antigen Bekas, DPRD SU Minta Publik Diedukasi Kenali Alat Baru dan Bekas


155 view
Foto: SIB/Oki Lenore
PARTAI PERINDO: Pengurus Partai Perindo SU dipimppin ketuanya, Rudi Zulham Hasibuan bersama anggota DPRD SU Jhon Taripar Parsaroan Hutabarat, Sekwil J Donna Siagian, Budianta Tarigan, Pdt Rosina Sitohang dan fungsionaris kota kabupaten se-Sumut membagi takjil jelang berbuka di Medan, Senin (3/5).
Medan (SIB)
Anggota DPRD SU Jhon Taripar Parsaroan Hutabarat meminta kepolisian mencermati seluruh lembaga penyelenggara tes swab antigen. Bersamaan dengan itu, publik pun diedukasi untuk mengenali alat tes swab baru dan bekas. “Ini untuk menghindari kasus praktik tak terpuji penggunaan swab antigen menggunakan alat kesehatan bekas di Bandara Kualanamu,” ujarnya seusai buka bersama (Bukber) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) SU di Medan, Senin (3/5).

Sebelumnya, dikomandoi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo SU Rudi Zulham Hasibuan, Sekretaris Wilayah (Sekwil) J Donna Siagian, Budianta Tarigan, Pdt Rosina Sitohang, Partai Perindo SU membagi 5.000-an paket berbuka kepada warga di sejumlah ruas konsentrasi massa di ibu kota SU.

Ia pun berjanji akan berkoordinasi pada kepolisian untuk melakukan pengawasan lebih detail pada praktik tes swab yang banyak dilakukan. “Polisi pun diminta mengungkap ke publik proses penyidikan sehubungan adanya kasus penggunaan alat bekas tes swab,” tambah Jhon Taripar Hutabarat.

Harapan anggota DPRD SU dari Partai Perindo tersebut diaminkan Rudi Zulham Hasibuan. “Saya, meskipun tidak jadi korban, prihatin. Bandara internasional ada praktik tak terpuji. Kebetulan saya, tiap mau terbang, tes swab tidak di Bandara KNIA tapi langsung ke instalasi kesehatan. Mudah-mudahan tidak ada di tempat lain praktik seperti itu,” tegasnya.

Donna Siagian mengaku risi. Menurutnya, selama pandemi, keluarganya kerap menggunakan moda transportasi udara di KNIA. “Ya sudahlah... yang penting ke depan publik diajari untuk hati-hati dan mengenai alat tes swab yang baru dan bekas,” tambahnya.

Ketiganya meminta, instansi terkait mengedukasi publik tentang alat swab. “Yang paling utama, pastikan bahwa alat swab yang digunakan masih berada di dalam kemasan dan tersegel. Hal ini berlaku untuk rapid test antigen maupun swab PCR,” tegas Donna Siagian. “Wajiblah hukumnya petugas swab untuk memperlihatkan alat swab masih baru di dalam kemasan sebelum test. Warga minta alat test untuk dibuka di depan pasien.”

Ia mengaku kesal. “Apalagi mengingat orangtua saya mantan pasien Covid-19. Sedih kan. Tapi warga memang punya hak minta petugas membuka bungkus plastik alat test sesaat sebelum tindakan swab,” tegas Donna.

Rudi Hasibuan menegaskan, Partai Perindo mendukung kepolisian mengungkap kasus dimaksud. “Juga harus mencermati kegiatan test swab yang dilakukan pihak manapun. Logikanya, jika BUMN tidak steril, kan kehati-hatian harusnya ditingkatkan warga,” tambahnya.

Melalui kader Partai Perindo di legislatif, lanjutnya, pihaknya meminta agar mendorong seluruh instansi lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan. “Pengawasannya tak hanya berkala, tapi tiap hati bahkan tiap jam,” tutupnya. (R10/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com