Kasus Turun, Masyarakat Diminta Tak Kendor Prokes


184 view
Kasus Turun, Masyarakat Diminta Tak Kendor Prokes
Foto Dok/Leo Bukit
dr Mardohar Tambunan
Medan (harianSIB.com)

Kasus Covid-19 di Sumut terus menunjukan penurunan yang signifikan dimana kasus hariannya di bawah 500 kasus. Namun demikian, masyarakat diminta tidak kendor protokol kesehatan (prokes) meski kasus sudah menurun.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Medan, dr Mardohar Tambunan mengatakan, pantauannya kini tingkat ketaatan masyarakat terhadap menjalankan prokes mulai kendor, bahkan bukan hanya masyarakat di pinggiran, bahkan di perkantoran juga tak taat lagi akan prokes.

"Palingan yang tampak taat itu di mall atau kawasan yang memang ketat aturan prokes. Misalnya, tidak bisa masuk jika belum vaksin, tidak menggunakan masker dan lengkap dengan pengecekan suhu tubuh," katanya kepada harianSIB.com, Minggu (12/9/2021).

Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar ketat prokes agar angka Covid-19 di Kota Medan dapat menurun terus sehingga kegiatan-kegiatan masyarakat dapat kembali normal.

"Gitu dia masalahnya, jika dibilang turun langsung kendor prokes. Ayokla taat prokes, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan. Kita ini tinggal sikit-sikit laginya kasusnya, jadi masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam hal ini," katanya lagi.

Informasi sebelumnya bahwa Bed Occupancy Rate (BOR) atau tempat tidur Covid-19 di rumah sakit Kota Medan yang selama ini berada di angka 60%, kini juga telah menurun menjadi 56 %.

Begitu juga dengan jumlah warga yang terpapar Covid-19 di lima kecamatan zona merah yaitu Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Selayang dan Medan Helvetia juga telah drastis menurun. Hingga kini tidak ada pertambahan kecamatan baru yang masuk zona merah lagi.

Terpisah, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Medan dr Muhammad Fauzi Siregar SpOnk Rad mengingatkan agar penurunan yang terjadi jangan langsung membuat berpuas diri, tapi harus ditingkatkan lagi karena pandemi belum selesai.

“Terus tingkatkan lagi, jangan sampai muncul varian baru. Saya kira langkah-langkah yang perlu diintensifkan lagi ke depannya, termasuk terus melakukan sosialisasi prokes. Dengan demikian masyarakat mengetahui bagaimana supaya menghindari terinfeksi virus. Selain itu cakupan dan laju vaksinasi harus dipercepat supaya terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok dengan harapan dapat cepat berakhirnya pandemi ini,” katanya.

Dalam menekan angka penyebaran ini, Fauzi juga menyampaikan agar banyak elemen masyarakat yang dilibatkan seperti tokoh masyarakat dan tokoh agama. Dengan melibatkan tokoh-tokoh tersebut, diharapkannya masyarakat patuh dan mau aktif menjalankan prokes serta mengikuti vaksinasi. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com