Kawasan Danau Toba Perlu Dikelola Lebih Baik Sesuai Selera Calon Pengunjung


387 view
Kawasan Danau Toba Perlu Dikelola Lebih Baik Sesuai Selera Calon Pengunjung
Foto Ist/harianSIB.com
Pengamat Perencanaan Pembangunan Wilayah, Robert Tua Siregar PhD

Pematangsiantar (SIB)

Pengamat Perencanaan Pembangunan Wilayah Robert Tua Siregar PhD, mengatakan, kawasan Danau Toba perlu dikelola lebih baik lagi, disesuaikan dengan selera calon pengunjung. Alasannya, akhir- akhir ini ada kecenderungan wisatawan konvensional beralih ke wisata yang memiliki rasa peduli lingkungan, alam dan budaya.


Tiga unsur besar terdiri dari pemerintah, pengusaha bisnis pariwisata dan masyarakat sebagai pemangku kepentingan hendaknya secara bersama melakukan gerakan peduli kebersihan lingkungan meminimalisasi pencemaran, menjaga kerusakan alam dan menggali budaya nenek moyang.


"Pemerintah sebagai fasilitator hendaknya tidak setengah hati membangun fasilitas umum seperti infrastruktur jalan serta jalur transportasi lainnya, tapi lakukan sosialisasi sekaligus pembekalan menambah pengetahuan masyarakat tentang daerah pariwisata," sebut Siregar, Senin (20/12).


Gerakan pembangunan yang dilakukan pemerintah serta promosi disebarkan pengusaha bisnis pariwisata dianggap perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat di kawasan Danau Toba.


"Selama masyarakat belum mengetahui prospek bisnis pariwisata maka akan sulit diajak melaksanakan program pembangunan daerah wisata, Padahal, sektor pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan besar membangkitkan perekonomian rakyat dan mampu memberikan sumbangan yang sangat baik untuk kemandirian daerah”, katanya.


Ditambahkan, masing - masing daerah di kawasan Danau Toba memiliki potensi tersendiri seperti keindahan panorama alam, sarana rekreasi, nilai budaya serta berbagai usaha kreativitas yang dapat dijadikan sovenir. Semuanya butuh sentuhan pembinaan lebih baik lagi dari pemerintah.


Pemerintah Pusat melalui BOPDT ( Badan Pengelola Otorita Danau Toba ) dikatakan harus mampu menjadi pusat koordinasi internal dan eksternal dalam penataan Kawasan Strategis Nasional Danau Toba. Misalnya, mengeloborasi pemerintah dengan pengusaha dan memberi penyuluhan sadar wisata.


"BPODT tidak mempunyai masyarakat, tetapi untuk percepatan program penataan, pembinaan warga pemangku kepentingan perlu perhatian seluruh Pemda di Kawasan Danau Toba memberikan dukungan terhadap gerakan perencanaan pembangunan yang akan dilakukan BOPDT," kata Siregar.


Pengusaha bisnis pariwisata saat ini dikatakan sudah berbenah untuk pemulihan sektor pariwisata dengan mengubah pemikiran pembangunan sektor ini bukan sekadar infrastruktur tetapi juga dibarengi pembangunan pariwisata berbasis cultural heritage ( pusaka budaya ) dalam hal ini melibatkan masyarakat. (BR4/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com