Keberadaan PNS di Pokja Transisi Bupati/Wakil Bupati Samosir Terpilih Dinilai Tidak Beretika


331 view
Foto Istimewa
Oloan Simbolon ST
Samosir (SIB) -Keberadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai aparatur Pemkab Samosir di Pokja Transisi Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2021-2024 dinilai menyalahi dan tidak memiliki etika.

"Saya dengar juga ada ASN sebagai anggota Tim Transisi, bagaimana pimpinan OPD pemaparan di hadapan rekannya sesama aparatur yang masih bawahannya," ujar mantan anggota DPRD Sumatera Utara, Oloan Simbolon, kepada SIB, Kamis (22/4) di Pangururan.

Ditegaskannya, dari sisi etika saja sudah menyalahi. "Janganlah profesionalisme ASN itu dirusaki mentalnya dengan menyeret mereka ke ranah politik," katanya.

Politisi yang telah memiliki jam terbang optimal itu menambahkan, perlu juga dipertanyakan bagaimana loyalitas para PNS yang masuk anggota Pokja Transisi itu.

Oloan yang sudah menduduki kursi legislatif sejak Kabupaten Samosir belum mekar dari Tobasa menjelaskan, idealnya Pokja Transisi mengumpulkan tim ahli dan independen untuk menyusun Draf RPJMD 3 tahun ke depan.

"Sehingga begitu dilantik bisa langsung disampaikan ke DPRD untuk mendapat pembahasan bersama," ujarnya.

Menurutnya, setelah dilantik baru melakukan pembahasan APBD Perubahan untuk menyesuaikan dengan RPJMD. "Karena memang masyarakat saat ini sudah pasti menunggu janji-janji politik yang disampaikan Vandiko-Martua saat kampanye," sebutnya lagi.

Dia menegaskan, janji janji kampanye Vandiko-Martua semua adalah riil kebutuhan masyarakat Samosir. "Yakni BPJS gratis, pupuk gratis, beasiswa mahasiswa, tidak menggunakan APBD untuk infrastruktur. Ini memang mendesak, tapi iya harus melalui regulasi," paparnya.

Maka menurutnya, wajar kalau Pokja Transisi itu disebut sikap arogansi yang berlebihan. "Karena di tingkat nasional Tim Transisi dari kalangan independen dan akademisi. Ini malah para aparatur Pemkab. Jadi tidak relevan, seakan lupa bahwa Pemkab Samosir saat ini masih dipimpin Pj Bupati.

Pokja Transisi tersebut berlangsung selama tiga (3) hari di Hotel Vantas Sialanguan Kecamatan Pangururan, sejak Rabu-Jumat (21, 22 dan 23 April 2021), dengan tujuan mensinkronisasikan program kerja dengan visi-misi Bupati/Wakil Bupati terpilih.

Sekretaris Pokja Transisi, Megianto Sinaga ketika dikonfirmasi mengakui, ada beberapa orang PNS dari Pemkab Samosir yang menjadi anggota Pokja. "Tapi kegiatan mereka selalu di luar jam kerja," ujarnya.

Ia menambahkan, Pokja Transisi Bupati dan Wakil Bupati Samosir terpilih tetap konsisten menuju percepatan pembangunan daerah. "Ini semua menuju perubahan ke arah yang lebih baik, tak ada yang salah di sini," imbuhnya.

Pantauan wartawan, sejak Vandiko Timotius Gultom dan Martua Sitanggang menjadi pemenang Pilkada, ada oknum PNS ada yang berada di Hotel Vantas, Sialanguan walaupun pada jam kerja.

Hal ini tentu menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat, karena oknum PNS itu idealnya berada di tempatnya bekerja.

Menurut sumber informasi, bahwa para PNS yang ikut terlibat di dalam Pokja Taransisi itu tidak seijin dari pimpinan tempat dia bekerja atau bertugas. (G2/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:PNS
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com