Kecamatan Medan Johor Terus Lakukan Vaksinasi dan 3T


163 view
Kecamatan Medan Johor Terus Lakukan Vaksinasi dan 3T
(Foto: Antara)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. 
Medan (SIB)
Medan belum ada penurunan level karena cakupan vaksinasi dan Testing, Tracing dan Treatment (3T) belum memenuhi syarat menuju level 1.

Untuk itu, Pemerintah Kota Medan tidak pantang menyerah mengejar cakupan dengan terus menggelar vaksinasi dan memaksimalkan 3T. Seperti di Kecamatan Medan Johor, ada tiga titik lokasi vaksinasi dengan layanan vaksinasi dosis satu dan dua.

"Ada tiga titik kita lakukan, Puskesmas Kedai Durian melayani vaksinasi dosis satu dan dua, di Kantor Kecamatan Medan Johor juga melayani dosis satu dan dua, Taman Pramuka Cadika melayani dosis dua yang bekerjasama dengan PT XL Axiata," kata Camat Medan Johor Zulfakhri Ahmadi dikutip dari harianSIB.com, Rabu (20/10).

Mantan Sekretaris Dinas Pertamanan dan Kebersihan Medan ini mengatakan cakupan vaksinasi sangat luar biasa setelah bekerjasama dengan beberapa stakeholder seperti PT XL Axiata dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

"Bekerjasama dengan Kadin Indonesia, kita melayani vaksinasi 1.200 orang, vaksin jempol 1.800, XL Axiata 1.200 orang. Di samping kita melayani 150 setiap hari. Saat ini persentase vaksinasi dosis satu di Medan Johor nyaris 47%," bebernya.

Ia mengatakan Medan masih level 2, untuk penurunan level itu ada syaratnya, antara lain cakupan vaksinasi lansia dan anak 12 sampai 17 tahun, kemudian peningkatkan pelaksanaan 3T.

"Jadi aturan yang kita terapkan masih sama sampai 8 Oktober 2021 mendatang. Kita akan mengejar ini dengan memprioritaskan vaksinasi lansia dan 3T itu. Setiap ada kasus kita akan langsung tracing dan testing, itu juga kita laporkan setiap hari, 4 kali dalam 1 hari," ujarnya.

Disinggung hasil rapat Wali Kota Medan yang diwakili Sekda Wiriya Alrahman, Kamis (14/10), bahwa para camat diminta bertanggungjawab untuk membawa warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke isolasi terpadu milik Pemko Medan, ia menegaskan jika ada warga di wilayahnya terkonfirmasi positif Covid-19 dan memenuhi syarat ke isoter, maka pihaknya akan membawanya. Namun, saat ini kasus di wilayahnya tinggal sedikit, bahkan per harinya hanya satu dan pernah tidak ada sama sekali.

"Jadi setelah kita cek ke lapangan beberapa minggu lalu ada satu keluarga (3 orang) dan dicek ternyata layak untuk isoman, karena tidak ada orang lain di rumah tersebut selain mereka. Otomatis layak isoman dengan menjaga tidak keluar keluar dan Prokes ketat dengan pantauan kelurahan dan kepala lingkungan," tutupnya. (SS6/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com