Kehabisan Reagen, Mobil PCR Pemkab Karo Tak Berfungsi Baik


248 view
Kehabisan Reagen, Mobil PCR Pemkab Karo Tak Berfungsi Baik
( Foto : Dok)
MOBIL PCR : Mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR) milik Pemerintah Kabupaten Karo di halaman Kantor Dinas Kesehatan  dalam beberapa waktu terakhir ini tidak berfungsi.
Karo (harianSIB.com)
Mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR) milik Pemerintah Kabupaten Karo, dalam beberapa terakhir ini tidak berfungsi untuk memaksimalkan penanganan pasien Covid-19 di daerah tersebut.

Pasalnya kehabisan alat stok kit reagen sehingga tidak bisa mendiagnosa pasien lebih cepat.

Padahal pada saat ini peta sebaran Covid-19 di Karo hingga Senin (30/8/2021) terdapat 1985 kasus terkonfirmasi Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1428 orang sembuh, 190 orang meninggal, dan 367 orang lainnya dalam perawatan.

"Sudah dua bulan mobil Combet Covid-19 kehabisan kit Reagen. Kami sudah pesan sejak satu bulan lalu dari produsen belum juga datang kit Reagen. Begitu Reagen datang, kami akan fungsikan dengan baik, " ungkap Kadis Kesehatan Karo, drg. Irna Safrina Br Milalamelalui pesan aplikasi WA ketika dikonfirmasi, jurnalis koran SIB, Sonry Purba, Selasa (31/8/2011).

Ia pun berharap pengadaan reagen dapat segera dilakukan, sehingga mobil tersebut dapat dapat beroperasi dengan baik guna penanganan pasien Covid-19 di Karo yang lebih maksimal.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Karo Dodi Sinuhaji ketika dimintai tanggapannya, Selasa (31/8/2021) melalui pesan WA mengatakan Pemkab Karo harus jemput bola untuk mengatasi penanganan Covid-19.
"Gunakan fasilitas yang baik, masak enggak datang - datang sampai hari ini pesanan Reagen.

Kalau misi kemanusian harus jemput bola, masak tidak bisa diperjuangkan untuk penanganan masa pandemi Covid-19. Gimana penanganan Covid-19 bisa efektif seperti yang dicanangkan presiden yang seharusnya hasil test PCR harus keluar sehari," ungkapnya.

Selain itu, katanya, pengadaan penanggulangan pasien Covid-19 masih minim. Ventilator yang tidak tersedia kiranya ini menjadi perhatian serius Pemda Karo.

"Hanya satu unit Elektrokardiogram atau EKG untuk tes mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik untuk ruangan pasien isolasi di RSU Kabanjahe. Itu-itu saja yang dipinjamkan apa lagi rusak.Tentu sudah terkendala untuk penanganan Covid-19," ungkapnya. (*)

Editor
: Robert /Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com