Kejagung Serahkan Perkara Dugaan Korupsi di BSM Perdagangan Rp 32 Miliar Lebih ke Kejari Simalungun


448 view
Kejagung Serahkan Perkara Dugaan Korupsi di BSM  Perdagangan Rp 32 Miliar Lebih ke Kejari Simalungun
(Foto SIB/Roida Siahaan.)
Kajari Simalungun Bobbi Sandri SHMH saat memberi   keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu (31/3).
Simalungun (SIB)
Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan perkara dugaan korupsi di Bank Syariah Mandiri (BSM) Perdagangan senilai Rp.32.565.870.000 ke Kejari Simalungun, Selasa (30/3).

Dua tersangka dalam perkara tersebut yakni Memed Soilangon Siregar selaku Direktur PT Tanjung Siram dan Dani Surya Satria selaku mantan Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri Perdagangan Simalungun.

Selama tahap penyelidikan (Lid) dan Penyidikan (Dik), kedua tersangka tidak dilakukan penahanan. Setelah perkaranya tahap II (penyerahan berkas dan tersangka) ke Kejari Simalungun, kedua tersangka langsung ditahan di Lapas Tanjung Gusta Medan.
Hal itu dibenarkan Kajari Simalungun, Bobbi Sandri SH MH kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu (31/3). Ia menambahkan, kasus tersebut ketika dalam penyelidikan dan penyidikan sepenuhnya ditangani oleh Kejagung.

Berhubung locus delictynya (tempat kejadian) perkara di wilayah hukum Simalungun, maka Kejagung menyerahkannya ke Kejari Simalungun dalam tahap penuntutan, sebut Kajari Bobbi.

Kasus posisinya sebut Kajari Bobbi, perkara dugaan tindak pidana korupsi terjadi pada tahun 2009 s/d 2010 terkait pemberian fasilitas pembiayaan PT Bank Syariah Mandiri kepada Debitur PT Tanjung Siram.

Pemberian fasilitas tersebut diduga banyak penyimpangan dan telah terjadi mark up harga beli kebun Bagan Baru dalam permohonan yang diajukan PT Tanjung Sari ke Bank Syariah Mandiri Perdagangan.

Para tersangka mengetahui jika lahan yang akan dibeli di Desa Aek Kanan Bagan Baru antara PT Tanjung Siram dengan PT Suka Damai Lestari hanya Rp 32 miliar, tetapi tetap memasukkan harga jual beli kebun senilai Rp 48.051.826.000.

Penyusunan analisa cashflow/repayment capacity dengan data yang tidak valid dan diduga agar PT Tanjung Siram seolah-olah memiliki kemampuan membayar.

Kemudian pencairan fasilitas pembiayaan tidak dilakukan secara bertahap sesuai dengan progress yang dicapai serta tidak melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau tagihan/invoice dari suplier.

Dengan penyimpangan-penyimpangan tersebut mengakibatkan kerugian negara cq PT Bank Syariah Mandiri KCP Perdagangan Simalungun Rp 32. 565.870.000.

Tim JPU dari Kejari Simalungun diketuai Asor Olodaiv Siagian SH selaku Kasi Pidsus, Kasi BB Affandy dan Firmansyah. (D2/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com