Kejari Medan Terima Pelimpahan Tahap II Kasus Suap Kegiatan Vaksin Covid-19 Ilegal


218 view
Kejari Medan Terima Pelimpahan Tahap II Kasus Suap Kegiatan Vaksin Covid-19 Ilegal
Foto Dok/humas Kejari Medan
Para tersangka saat diperiksa di Kejari Medan.
Medan (SIB)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait suap dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat (ilegal) dari penyidik Polda Sumatera Utara kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Medan.

"Kami baru menerima pelimpahan tahap II. Ada tiga orang tersangka dan barang buktinya yakni dr. Indra Wirawan, dr. Kristinus Saragih, dan Selviwaty alias Selvi yang dilakukan di Ruang Tahap II Pidsus Kejari Medan oleh Penyidik dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Teuku Rahmatsyah SH MH melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata SH, Jumat (16/7).

Bondan mengatakan kasus berawal dari tersangka Selviwaty menghubungi dr. Kristinus Saragih yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Sumut untuk memberikan vaksin Covid-19 kepada teman-temannya.

"Atas permintaan dari tersangka Selviwaty tersebut, dr. Kristinus Saragih bersedia memberikan vaksin dengan biaya sebesar Rp250 ribu per orang untuk 1 kali suntik," kata Bondan.

"Setiap kali melakukan vaksinasi di instansi pemerintah, swasta, organisasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru dan Lansia yang ada di Kota Medan, terdapat sisa vaksin yang tidak terpakai dan oleh tersangka dr. Kristinus Saragih vaksin tersebut disimpan dan tidak dikembalikan ke Dinas Kesehatan Sumut," urainya.

Vaksin sisa tersebutlah yang digunakan atas permintaan tersangka Selviwaty alias Selvi dengan pembayaran sebesar Rp250 ribu satu kali suntik vaksin perorang.

Sehingga, sambung Bondan, untuk dua kali vaksin akan dibayar Rp500 ribu. Total seluruh yang diterima oleh tersangka dr. Kristinus Saragih dari tersangka Selviwaty atas kesediaannya melakukan penyuntikan vaksin yaitu sebesar Rp 142.750.000,00.

"Selanjutnya ketika tersangka Selviwaty kembali meminta tersangka dr. Kristinus Saragih untuk memvaksin lagi orang-orang yang akan dikoordinir dan dikumpulkannya, tersangka dr. Kristinus Saragih menyampaikan tidak sanggup lagi karena kehabisan stok vaksin," sebut Bindan.

Maka, kata Bondan, dr. Kristinus Saragih menyarankan tersangka Selviwaty alias Selvi untuk meminta bantuan dengan temannya yang juga berprofesi dokter di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Gusta Medan yaitu dr. Indra Wirawan.

Selanjutnya, tersangka Selviwaty membuat kesepakatan dengan tersangka dr. Indra Wirawan untuk mau melakukan vaksin dengan orang-orang yang akan dikumpulkannya dan membuat kesepakatan akan diberikan uang Rp250 ribu per orang untuk sekali suntik vaksin.

Dari uang sebesar Rp250 ribu yang dikutip dari setiap orang yang akan divaksin maka tersangka dr. Indra Wirawan akan mendapat Rp220 ribu, sedangkan sisanya Rp30 ribu, untuk tersangka Selviwaty.

"Total yang diterima tersangka dr. Indra Wirawan yang diberikan oleh tersangka Selviwaty alias Selvi atas melakukan pemberian dan penyuntikan vaksin kepada orang-orang yang mau memberikan uang tersebut yaitu Rp.134.130.000,00," urainya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka yakni dr. Indra Wirawan beserta dr. Kristinus Saragih merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam jabatannya sebagai dokter yang juga ditunjuk selaku vaksinator, mau memberikan dan menyuntikan vaksin tersebut kepada orang-orang yang bersedia memberikan uang, bertentangan dengan kewajibannya selaku Pegawai Negeri yang tidak dibenarkan untuk menerima uang atau hadiah. Apalagi vaksin yang disediakan oleh Pemerintah dengan sumber dana dari APBN tersebut diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Perbuatan keduanya diatur dan diancam pidana sebagai-mana diatur dalam Pasal 3 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Adapun ketiga tersangka selanjutnya dilakukan penahanan, dalam kepentingan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyiapkan Dakwaan serta melimpahkan perkara ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan untuk segera disidangkan. (A17/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com