Kejari Simalungun Luhkum di SMA N 1 Dolok Panribuan Terkait "Cyber Crime" dan Hoax


157 view
Foto/ay
Pelajar SMA Negeri 1 Dolok Panribuan antusias mendengarkan paparan Narsum di acara JMS Kejari Simalungun.
Simalungun (SIB)
Tim bidang Intel Kejari Simalungun Indri Wirdya SH dan Ade Jaya Ismanto SH dengan Kasi Intel Ratno Timur H Pasaribu SH MH, melakukan penyuluhan hukum (Luhkum) tentang cara menghadapi hoax dan mengatasi permasalahan terkait "cyber crime" di hadapan ratusan pelajar di SMA Negeri 1 Dolok Panribuan Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun, Kamis kemarin.

Kegiatan tersebut merupakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang dilakukan bidang intelijen untuk memberikan penerangan dan penyuluhan hukum kepada pelajar dan kepada masyarakat.

Jaksa Indri Wirdya selaku Kasubsi Tekhnologi dan Informasi bersama Ade Jaya Ismanto selaku Kasubsi Ideologi Politik Keamanan Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, tampil sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut.

Dalam paparannya Indri Wirdya menjelaskan, cyber crime yang merupakan kejahatan komputer yang ditujukan kepada sistem/jaringan komputer yang mencakup bentuk kejahatan dengan menggunakan sarana media elektro internet.

Dijelaskan, ada beberapa bentuk kejahatan elektro internet seperti cyber terorrism (kejahatan teroris), cyber pornografi, cyber harrasment (pelecehan seksual melalui email, website atau pun chat programs).

Yang lebih keji lagi kata Indri ada juga cyber stalking, hacking dan hoax yang menyebarkan berita palsu atau menyebarkan informasi yang tidak benar tetapi dibuat seolah-olah benar.

Cara menghadapi hoax dan mengatasi permasalahan terkait cyber crime menurut pemaparan Ade Jaya Ismanto adalah dengan cyber law artinya "payung hukum".

Menurut Ade, mengatasi masalah cyber crime adalah melalui cyber law yakni UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Di dalam pasal 27 dan pasal 28 dijelaskan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara denda Rp 1 miliar. Sedangkan pasal 29 dengan ancaman maksimal 12 tahun denda Rp 2 miliar,” tegas Ade Jaya.

Harapan kedua pembicara pada akhir pemaparannya, pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa harus bijak dan pandai menggunakan media sosial. "Jangan sampai terjerat dengan cyber crime," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala SMA N1 Dolok Panribuan Tony Marbun mengucapkan terima kasih kepada Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Simalungun yang telah memberikan ilmu hukum bagi anak didiknya. “Semoga Kejaksaan semakin jaya,” sebut Marbun. (D2/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com