Kejari Taput Tetapkan PDTI Kecamatan Tarutung Tersangka Dugaan Korupsi


1.253 view
Foto SIB : Bongsu Batara Sitompul
Keterangan Pers: Kajari Taput M Suruyo, SH bersama Kasi Intel Mangasi Simanjuntak, SH dan Kasi Pidana Khusus, Juleser Simaremare, SH saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan.
Tapanuli Utara (harianSIB.com)

Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara menetapkan pendamping desa teknis infrastruktur (PDTI) Kecamatan Tarutung berinisial RR (46) sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pembuatan desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) infrastruktur desa dari dana desa untuk 24 desa se-Kecamatan Tarutung.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Taput M Suruyo, SH yang didampingi Kasi Pidsus, Juleser Simaremare, SH dan Kasi Intel, Mangasi Simanjuntak, SH dalam konferensi Pers di Kantor Kejari Taput, Rabu (4/5/2021).

" Si tersangka dikenakan UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20 tahun 2001 Pasal 2 dan Pasal 3 tentang tindak pidana korupsi, " jelas Kajari.

Kasi Intel menjelaskan, tersangka merupakan pendamping sebagai PDTI yang sesuai SOP seharusnya melakukan pelatihan dan bimbingan teknis secara sederhana kepada kader teknis desa dalam pembuatan desain dan RAB di desa yang berada di Kecamatan Tarutung.

" Akan tetapi si tersangka tidak melakukan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) dan mengambil alih tugas tim pelaksana kegiatan (TPK) dan kader teknis untuk menyusun RAB dan desain gambar serta menerima dana sebesar 1% dari pagu anggaran masing masing tiap desa di Kecamatan Tarutung pada tahun anggaran 2018 dan 2019, " jelasnya.

Kasi Pidsus juga menambahkan, si tersangka selaku PDTI telah mendapat gaji yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Sumatera Utara sehingga dalam melakukan bimbingan teknis dalam pembuatan RAB dan desain gambar maka tersangka tidak berhak untuk menerima imbalan atau bayaran dalam bentuk apapun dari Dana Desa tersebut.

" Berdasarkan hasil penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh ahli dari Inspektorat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 265,69 juta, " terangnya.

" Untuk kasus ini, Kades se-Kecamatan Tarutung juga sudah kita panggil dan dimintai keterangan, " jelasnya. (*)

Penulis
: Bongsu Batara Sitompul
Editor
: Robert/Eva R Pelawi
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com