Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Harapkan PLKB Berkomitmen Tekan Kasus Stunting di Tanjungbalai


173 view
Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Harapkan PLKB Berkomitmen Tekan Kasus Stunting di Tanjungbalai
foto:SIB /dok BKKBN
Kepala BKKBN Perwakilan Sumut Mohammad Irzal (pakai masker putih) foto bersama dan staf serta PLKB kota Tanjungbalai usai di pertemuan, Rabu (27/04/2022).

Medan (SIB)

Sesuai data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka stunting di Kota Tanjungbalai masuk pada zona kuning atau berada diangka 26,1% sehingga diharapkan bisa turun menjadi 14 % di tahun 2024 mendatang.


Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, Muhammad Irzal kepada wartawan, Rabu (27/4/2022).


Sehingga Irzal menyampaikan beberapa masukan secara khusus pemaparan prioritas percepatan penurunan stunting di Kota Tanjungbalai.


Bahwa untuk melihat pencapaian program di Sumut maka salah satunya harus diperhatikan adalah pencatatan pelaporan di keluarga berencana.


“Jadi, di keluarga berencana itu apa yang dilakukan, harus dicatat dan terlaporkan. Jadi ada sistem baku yang namanya sekarang adalah New Sistem Informasi Keluarga (NEWSIGA) jadi sistem informasi keluarga terbaru, disitulah akan menjadi satu data yang paling valid, uptodate dan dapat dipercaya,” jelasnya.


Kata Irzal hal yang perlu diperhatikan oleh para kader dan PLKB adalah yang pertama membuat rencana kerja, baik mingguan, bulanan, ataupun tahunan.


“Sehingga akan mempunyai satu produk sistem yang bekerja. Sehingga yang dilaporkan itu memang salah satu data keluarga yang update dan dapat dipercaya dan semua datanya rill,” terang Irzal.


Irzal juga menyampaikan tentang bagaimana bisa menjadikan Sumut untuk mendapatkan peserta KB yang meningkat, bisa turun dari 29,9% pada tahun 2021 diperoleh untuk menjadi angka 17% tahun 2022.


“Kedua adalah bagaimana Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) kita di Sumut pada tahun 2021 di angka 2,6% artinya adalah rata-rata seorang ibu yang masih melahirkan itu adalah 3 atau 4 sehingga kita harapkan menjadi angka 2,4 % TFR kita untuk tahun 2022,” katanya.


Jadi kata Irzal Kota Tanjungbalai sebagai Kota penyangga di Sumut sangat perlu dilakukan pembinaan agar mereka benar-benar bekerja sesuai yang diharapkan sehingga percepatan penurunan angka stunting dapat terealisasi.


Sementara Kadis PPKB Tanjungbalai, Hj. Ernawati didampingi Sekretaris PPKB Tanjungbalai, H Abd Rahman Arif mengatakan sesuai dengan arahan dari Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Muhammad Irzal maka dari Dinas PPKB Kota Tanjungbalai berusaha untuk mengingat dan melaksakana pesan tersebut.


“Pesannya supaya kinerja dari PLKB Kota Tanjungbalai lebih baik lagi. Kemudian terkait masalah stunting, kami terus bersinergi dengan satgas dan juga TPPS bergiat melakukan percepatan penurunan stunting di Kota Tanjungbalai ini,” terangnya. (A03/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com