Kepala SMPN 1 Sumbul Dituding Kutip Rp 150 Ribu untuk Pencairan Dana Sertifikasi Guru

* Kepala SMPN 1 Sumbul, Demak Manalu Membantah

234 view
Kepala SMPN 1 Sumbul Dituding Kutip Rp 150 Ribu untuk Pencairan Dana Sertifikasi Guru
(Foto/ SIB Tulus Tarihoran)
MEMBATAH: Kasek SMPN 1 Sumbul, Demak Manalu membantah melakukan pengutipan uang sebesar Rp 150 ribu, untuk pengajuan pencairan sertifikasi guru, Selasa (28/9) di kantor Dinas Pendidikan Dairi.
Sidikalang (SIB)
Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sumbul, Dairi dituding mengutip sejumlah uang dari guru -guru untuk pengajuan pencairan dana tunjangan sertifikasi.

"Setiap guru yang sudah sertifikasi dikutip uang per triwulan Rp 150 ribu per orang, untuk pengajuan pencairan sertifikasi guru," kata sumber yang tidak bersedia dituliskan namanya, Senin (27/8) lewat telepon.

Katanya, peruntukan uang Rp 150 ribu itu, untuk pengajuan pencairan dan keperluan penambahan honor guru honorer. Memang yang mengutip uang itu melalui oknum guru, tetapi atas perintah kepala sekolah.

Selain itu, penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dituding tidak transparan. Hak- hak guru dari dana tersebut seperti mengawas ujian dan penerimaan siswa baru, tidak sesuai yang diterima dengan yang ditandatangani. "Dari dinas sudah pernah datang terkait surat pertanggungjawaban dana BOS, tetapi gitu- gitu aja," ucapnya.

MEMBANTAH
Kepala SMPN 1 Sumbul, Demak Manalu, Selasa (28/9) disela mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di Dinas Pendidikan Dairi membantah tudingan tentang pengutipan uang Rp 150 ribu, untuk keperluan pengajuan pencairan sertifikasi guru di sekolahnya.

"Tidak benar ada pengutipan uang, siapa nama guru itu, tunjukkan sama saya. Saya kepala sekolah bukan mencari uang, tetapi untuk memajukan sekolah," ucapnya tegas.

Menurutnya, ada 27 guru SMPN 1 Sumbul yang sudah sertifikasi. Berkas pengajuan untuk pencairan sertifikasi dilakukan secara kolektif p untuk diserahkan ke Dinas Pendidikan. Berkas diantar kepala sekolah.

Masing- masing guru yang mengajukan pencairan, berkasnya diberikan kepada tata usaha untuk dilengkapi, kemudian diperiksa kepala sekolah.

“Boleh lihat kemajuan SMPN 1 Sumbul sekarang, dibandingkan sebelumnya. Kemajuan sekolah sudah terlihat dari segi meubeler, honor guru honorer dan lainnya. Penggunaan dana BOS tidak transparan, juga tidak benar, artinya hak- hak guru tetap diberikan”, kata Manalu.(B03/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com