Keributan Antar Warga di Belawan, Tidak Ada Gereja yang Dibakar

* Anggota DPRD Minta Tangkap dan Tindak Pelaku Tawuran

282 view
Keributan Antar Warga di Belawan, Tidak Ada Gereja yang Dibakar
(Foto: Inews)
Tawuran yang terjadi di Belawan Medan.
Belawan (SIB)
Saat terjadinya tawuran antara dua kelompok warga di kawasan Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Belawan Bahari pada Rabu dini hari (21/7), tidak ada rumah ibadah yang dibakar massa, tetapi hanya bom molotov yang dilemparkan pihak tertentu jatuh di halaman rumah ibadah, dan kobaran api dapat segera dipadamkan.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan kepada wartawan saat memantau kondisi lokasi kejadian, Kamis (22/7).

Lebih lanjut dikatakannya, dalam keributan tersebut sebuah bengkel berikut isinya dibakar serta 5 rumah dirusak. Massa tertentu juga melakukan penjarahan harta benda milik warga di antaranya berupa 5 unit tabung gas, televisi, rokok, uang dan 1 unit kipas angin.

Disebutkan, seluruh rumah yang mengalami kerusakan pada peristiwa keributan itu, telah dibenahi oleh pihak Muspika Plus Belawan secara bergotong royong.

Sedangkan terkait dengan aksi itu, pihak kepolisian telah meringkus enam orang pria berikut barang bukti, diduga hasil jarahan dari rumah warga yang dirusak.

Untuk mengantisipasi terjadinya keributan susulan, hingga Kamis sore pihak kepolisian masih masih berjaga-jaga pada 2 Posko yang didirikan di sekitar lokasi kejadian.

Pada bagian lain, Pendeta Gereja Pentakosta di Kelurahan Belawan Bahari, MJ Sinaga, mengatakan tidak ada aksi pembakaran Gereja Pantekosta di Belawan ketika terjadi tawuran pada Rabu dini hari lalu, tetapi hanya lemparan bom molotov yang jatuh di sekitar pintu gereja, namun kobaran api dapat segera dipadamkan oleh penjaga gereja.

Tangkap dan Tindak Tegas
Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Medan Margaret MS minta pihak Kepolisian menindak tegas pelaku kerusuhan di Kelurahan Pekan Labuhan dan Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Belawan yang berujung penjarahan.

"Kejadian tersebut sudah sering dan terkesan ada pembiaran. Kita minta Polisi bersama Pemko Medan harus tegas dan memberi sanksi agar ada efek jera," ujarnya kepada wartawan via selularnya, Kamis (22/7).

Disampaikan politisi PDI Perjuangan itu, tawuran sudah sering terjadi, namun kejadian Selasa malam hingga dinihari itu paling parah. Menurutnya, kejadian mulai pukul 23.00 WIB hingga subuh pukul 4.00 WIB membuat suasana di 2 kelurahan sangat mencekam karena terjadi penjarahan dan pengancaman bahkan, para pelaku menggunakan senjata tajam.

"Menurut laporan warga, ada 6 kios hancur dan 1 rumah ibadah berupa gereja di lingkungan 13 Belawan Bahari Kecamatan Belawan ikut di lempar bom molotov oleh massa. Bahkan ada warga boru Tampubolon, kupingnya nyaris putus," sebutnya.

Untuk itu, diharapkan aparat kepolisian mendirikan Posko di sekitar lokasi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

Apalagi situasi pandemi Covid- 19 saat ini dan PPKM, pemerintah harus hadir memberikan kenyamanan terhadap warga,” ujarnya.

Disampaikan Margaret, pihaknya saat turun ke warga, menerima laporan korban aksi tawuran di Lingkungan XIII Kelurahan Belawan Bahari bahwa banyak tempat usaha warga yang dirusak bahkan dijarah. Selain itu harta benda warga juga dibakar, termasuk rumahnya dirusah. Begitu juga dengan gereja Pentakosta juga dilempar bom molotov. (A9/A12/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com