Kesbangpol Sumut dan Asahan Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme


156 view
Kesbangpol Sumut dan Asahan Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme
Foto Dok/Humas Kominfo
FOTO BERSAMA: Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Sumut Budianto Tambunan SE MSi didampingi Kepala Badan Kesbangpol Asahan Harry Naldo Tambunan SE dan Ketua Institut For Culture and Radikalism Studies Dr Zulkarnain Nasution MA beserta para peserta berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi di Aula Kesbangpol Asahan, Kamis (10/6).
Kisaran (SIB)
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut bekerjasama dengan Kesbangpol Kabupaten Asahan menggelar sosialisasi pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme, di Aula Kantor Kesbangpol Asahan, Kamis (10/6).

Sosialisasi itu bertujuan untuk menjaga situasi dan kondisi yang kondusif terhadap gangguan dan ancaman terorisme di wilayah Sumut. Selain itu, untuk meningkatkan pengetahuan tentang tindak pidana terorisme serta membangun dialog antara pemerintah dan masyarakat khususnya generasi muda.

Mewakili Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Sumut Budianto Tambunan SE MSi mengatakan, masalah terorisme di Indonesia masih merupakan persoalan yang serius, walaupun sudah banyak pelaku teror yang ditangkap dan diproses hukum, serta sel-sel dan jaringan teroris yang dihancurkan.

Potensi radikalisme dan munculnya aksi-aksi terorisme dikhawatirkan akan terus ada karena teroris selalu menyebarkan jaringannya ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

"Setelah mengikuti kegiatan ini, kita dapat memahami hakikat dan bahaya dari paham radikalisme dan terorisme. Hingga nantinya kita dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengantisipasi dan menanggulanginya. Oleh karenanya, kepada peserta sosialisasi, saya berharap untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dan menyimak materi yang disampaikan dengan seksama," tutupnya.

Mewakili Bupati Asahan, Staf Ahli Edi Sukmana SH MSi mengatakan, ada beberapa faktor pendorong yang membuat generasi muda terpengaruh radikalisme, yaitu merasa jiwanya kosong, adanya idelogi yang dianggap tepat (instan), kecewa kepada pemerintah/negara, adanya kelompok dengan ideologi radikal terorisme dan pengaruh orang terdekat.

Untuk itu dalam menjaga dan memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban umum di daerah perlu dilakukan doktrinisasi Pancasila dan ideologi. Selain itu, perlu membuka kanal aduan terkait intorelan, radikalisme, dan terorisme untuk ditindaklanjuti, serta perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sipil atau Ormas yang relevan dalam deteksi dini dan cegah dini.

Ia juga berharap, bahwa acara sosialisasi seperti ini dapat terus berlanjut agar terbina pemahaman yang kuat pada Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu diharapkan kepada OPD terkait yang memiliki tupoksi terkait pencegahan radikalisme dan terorisme agar terus meningkatkan kinerja dan tidak lelah serta bosan menjalankan tugasnya.

Turut hadir sebagai narasumber kegiatan Kepala Badan Kesbangpol Asahan, Harry Naldo Tambunan SE dengan materi peran Pemkab Asahan dalam menangkal radikalisme, terorisme dan paham yang bertentangan dengan Pancasila. Ketua Institut For Culture and Radikalism Studies Dr Zulkarnain Nasution MA dengan materi peran dalam menangkal radikalisme dan terorisme serta Ikhwan Ustadz Zumiran dengan materi mencintai NKRI dengan sepenuh hati. Acara itu juga diikuti oleh para mahasiswa Kabupaten Asahan. (E14/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com