Keterisian BOR Covid-19 di RS Adam Malik Menurun Selama Dua Minggu

* Isoter KM Bukit Raya Sudah Tidak Beroperasi Lagi

160 view
Keterisian BOR Covid-19 di RS Adam Malik Menurun Selama Dua Minggu
Foto Dok/Leo Bukit
dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP
Medan (SIB)
Tingkat keterisian tempat tidur isolasi atau Bed Occupancy Ratio (BOR) Covid-19 di RSUP H Adam Malik menurun hingga 17-18 persen.

"Sudah sangat nyaman, BOR nya sudah 17-18 persen saja. Kami sudah menutup sebagian ruangan pasien corona untuk melayani pasien umum (noncorona)," kata Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP seperti dilansir dari harianSIB.com, Rabu (22/9).

Ia mengatakan berdasarkan laporan, penurunan BOR juga terjadi di rumah sakit di provinsi lain. "Alhamdulillah, kita mendapatkan laporan di provinsi lain juga sudah turun," ujarnya.

Ke depan, RS Adam Malik lebih fokus kepada pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis. "Kalau yang ringan-ringan bisa di daerah atau RS lain. Jadi makanya kita nanti lebih banyak ICU-nya malah, itu relevan dengan yang kita bangun," imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, saat ini total ruang isolasi Covid-19 di RS Adam Malik berjumlah 286 unit. "Dari jumlah itu yang terisi sekitar 18 persen. Mungkin hari ini kita keluarkan lagi SK-nya dari ruangan ini (Covid-19) ke pasien umum," pungkasnya.

Dengan turunnya BOR Covid-19 di RS Adam Malik, maka telah terjadi penurunan kasus konfirmasi Covid-19. "Dari 90 persen penggunaan ICU turun menjadi 18 persen, begitu juga ruangan isolasi di luar ICU juga turun. Penurunan ini sudah terjadi sejak dua minggu sebelumnya, secara perlahan," tambahnya.

Di lokasi terpisah, Kapal Motor (KM) Bukit Raya yang dijadikan lokasi isolasi terpusat (Isoter) pasien terkonfirmasi positif baru yang beroperasi selama satu bulan kini sudah tidak dioperasikan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Mardohar Tambunan mengatakan Isoter di Medan termasuk KM Bukit Raya mengalami penurunan pasien yang sangat drastis seiring menurunnya angka kasus corona di Medan. "Isoter kita sudah sepi, tinggal sikit-sikit lagi," ucapnya.

Disinggung pemberhentian pengoperasian kapal Isoter, ia mengatakan pernyataan tersebut dari Wali Kota Medan Bobby Nasution. "Isoter di Belawan sedang dalam proses pengembalian, karena kosong sudah seminggu lebih, hampir dua minggu kosong," ujarnya.

Seperti diketahui, KM Bukit Raya tiba di Pelabuhan Belawan pada 16 Agustus 2021 lalu. Artinya KM Bukit Raya yang memiliki 450 tempat tidur baru beroperasi selama satu bulan.

Pemulangan kapal tersebut karena tidak ada lagi pasien terpapar Covid-19 yang menjalani isolasi. Selain itu angka terkonfirmasi positif juga mengalami penurunan.

Semula, KM Bukit Raya diproyeksikan sebagai isoter warga di wilayah Medan Utara yang terdiri dari empat kecamatan yakni Kecamatan Marelan, Kecamatan Belawan, Kecamatan Deli, Kecamatan Labuhan. (SS6/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com