Ketua DPD RI Minta Metode Penyaluran Vaksin ke Daerah Diperbaiki


125 view
Ketua DPD RI Minta Metode Penyaluran Vaksin ke Daerah Diperbaiki
Foto Dok
LaNyalla Mattalitti
Jakarta (harianSIB.Com)

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah memperbaiki metode penyaluran vaksin Covid-19 ke daerah.

Vaksin yang diberikan sedikit demi sedikit atau diecer akan menghambat percepatan target terciptanya herd immunity.

“Pendistribusian stok vaksin yang tidak optimal akan menyulitkan pemerintah daerah mengejar target penyuntikan vaksin kepada masyarakat,” kata LaNyalla, dalam siaran pers kepada wartawan, Rabu (25/8/2021), yang juga diterima jurnalis Koran SIB Jamida P Habeahan, di Jakarta.

LaNyalla mengingatkan Presiden Joko Widodo sudah memberi instruksi kepada kepala daerah untuk menghabiskan stok vaksin secepat-cepatnya. Namun, dinilai instruksi itu bisa tidak maksimal jika stok yang diberikan terbatas.

“Pemda pastinya akan berhitung mengenai stok vaksin yang dimiliki agar setiap hari bisa melaksanakan vaksinasi. Jika Pemda langsung menghabiskan vaksin dalam satu waktu, kemudian harus menunggu lagi kedatangan stok vaksin dari pusat, maka akan ada jeda pelaksanaan vaksinasi,” ujar LaNyalla.

Menurutnya, masyarakat akan malas jika akses mendapat vaksin sulit, karena Pemda membatasi pemberian vaksin setiap harinya untuk menjaga stok supaya tetap aman.

Makanya, Kementerian Kesehatan jangan ‘pelit’ dalam mendistribusikan vaksin ke Pemda sebagai penyalur vaksin kepada rakyat.

Senator asal Jawa Timur ini meminta Kemenkes agar tak ragu memberikan stok vaksin dalam jumlah besar ke daerah. Apalagi, jumlah vaksin yang datang ke Indonesia sudah semakin banyak.

LaNyalla mengapresiasi upaya pemerintah yang terus berupaya mendatangkan pasokan vaksin untuk mendukung percepatan program vaksinasi. Untuk itu, pelaksanaan vaksinasi tidak dihambat dengan masalah distribusi.

“Pemda juga harus terus melakukan update secara berkala mengenai ketersediaan stok vaksin di daerahnya, sehingga Kemenkes dalam mengalokasikan vaksin juga bisa tepat dan cepat. Distribusi vaksin juga akan menjadi lebih lancar,” kata LaNyalla sambil menambahkan, pemerintah lusat dan daerah dinilai harus seirama dalam teknis pelaksanaan vaksinasi.

Dengan demikian target pemberian vaksin kepada 70% rakyat Indonesia pada akhir tahun ini dapat tercapai. (*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com