Ketua DPRD SU Bentuk Tim Investigasi Cari Tau Penyebab Banjir Bandang di Parapat


311 view
Ketua DPRD SU Bentuk Tim Investigasi Cari Tau Penyebab Banjir Bandang di Parapat
Foto Dok/Staf
Foto Bersama: Ketua DPRD Sumut Drs  Baskami Ginting,  Bendahara DPD Taruna Merah Putih Sumut, Franky Partogi Sirait, Lurah Parapat Rohana Sinaga, Kasi Kesos Kecamatan Girsang Sipanganbolon Erikson Sirait foto bersama dengan masyarakat   korban banjir bandang dan tanah longsor Parapat, seusai menerima bantuan dari DPD Taruna Merah Putih Sumut, Selasa (18/5/2021)  di kantor Camat Girsang Sipanganbolon.
Medan (harianSIB.com)

Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting mengatakan, lembaga legislatif akan membentuk tim investigasi, guna mencari tahu penyebab banjir bandang dan bencana longsor di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon Kabupaten Simalungun.

Hal itu ditegaskan Baskami Ginting saat menghadiri bakti sosial atau pemberian bantuan oleh DPD Taruna Merah Putih Sumut kepada korban banjir bandang dan tanah longsor Parapat, Selasa (18/5/2021) di kantor Camat Girsang Sipanganbolon.

Kegiatan ini juga dihadiri anggota F-PDI Perjuangan DPRD Sumut yang juga Bendahara DPD Taruna Merah Putih Sumut, Franky Partogi Sirait, Lurah Parapat Rohana Sinaga, Kasi Kesos Kecamatan Girsang Sipanganbolon Erikson Sirait.

Baskami dalam kesempatan itu menekankan, pembentukan tim investigasi atau tim pencari fakta penyebab terjadinya banjir bandang itu harus disegerakan, agar dapat diketahui apa sebenarnya penyebab terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Danau Toba tersebut.

"Sampai saat ini kita belum tahu apakah penyebab banjir bandang yang menerjang Kota Parapat akibat aksi perambahan hutan yang dilakukan secara ilegal atau oleh pengusaha yang mengantongi izin HPH (Hak Penguasaan Hutan)," tegas Baskami Ginting.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, penyebab banjir bandang di Parapat jangan pernah dianggap sepele, karena bisa berakibat fatal terhadap Kaldera Toba yang sudah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Perancis.

"Kita harus menghargai kegigihan Pemerintah Indonesia dan Pemprov Sumut yang telah berhasil meyakinkan UNESCO, bahwa Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat lokal khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati. Jangan lagi dirusak dengan aksi penebangan hutan," tandas Ketua Baguna Sumut itu.

Sementara itu, Franky Partogi Sirait yang juga Bendahara Baguna Sumut pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPD Taruna Merah Putih Sumut Brillian Moktar dan para dermawan yang telah memberikan bantuan kepada para korban banjir bandang Parapat.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Robert/Eva R Pelawi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com