Ketua DPRD SU Usulkan ke Pemprov Sumut Bangun RS Ketergantungan Obat di Sumut

*Dari 14 juta Jiwa Lebih Penduduk Sumut, Sedikitnya 1,5 juta Jiwa Terkontaminasi Narkoba

211 view
Ketua DPRD SU Usulkan ke Pemprov Sumut Bangun RS Ketergantungan Obat di Sumut
Foto Dok
Drs Baskami Ginting
Medan (harianSIB.com)

Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting mengusulkan kepada Pemprov Sumut membangun Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) di Sumut, karena dari 14 juta jiwa lebih penduduk Sumut, sedikitnya 1,5 juta jiwa sudah terkontaminasi narkoba.
Hal itu diungkapkan Baskami Ginting kepada jurnalis koran SIB Firdaus Peranginangin, Selasa (30/11/2021)) di DPRD Sumut seusai menggelar sosialisasi Perda No1/2019 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya di Desa Batukarang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo.
"Sumut sudah darurat narkoba, sehingga sangat diperlukan pembangunan RSKO untuk merehabilitasi para pecandu narkoba. Apalagi merujuk kepada aturan BPJS Kesehatan, korban narkoba yang akan direhabilitasi tidak dibebani perawatan sesuai dengan program rehabilitasi, sehingga sudah sangat tepat dibangun sebuah rumah sakit," ujar Baskami.
Berkaitan dengan itu, Baskami meminta Pemprov Sumut menindaklanjutinya melalui Pergub (Peraturan Gubernur) yang kolerasinya dapat dilaksanakan perencanaan untuk pembangunan RSKO, guna menyelamatkan para generasi muda yang sudah kecanduan narkoba.
"Kita semua tidak ingin generasi muda Indonesia dicemari bahaya laten narkoba serta tidak ingin generasi muda ataupun mereka yang sudah menjadi korban penyalahgunaan narkoba tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Disini diharapkan peran Pemprov Sumut hadir menyelamatkan para generasi muda,’’ ujar Baskami.
Menurut Ketua Baguna Sumut ini, betapa mirisnya, saat ini peredaran narkoba sudah masuk ke lapisan intelektual khususnya pelajar dan mahasiswa. Bahkan dari laporan masyarakat di Karo, ada pengguna narkoba melakukan aktivitasnya dalam sebuah gedung SD Negeri di Desa Batukarang, Karo, sehingga pihak sekolah menemukan alat-alat isap narkoba pada pagi hari sebelum proses belajar mengajar.
Ditambahkan politisi PDI Perjuangan Sumut ini, penanganan masalah narkoba ini perlu dukungan semua pihak dan harus dimulai dari lingkungan yang terkecil, yakni keluarga. Dampak sosialnya sangat besar, bisa mendorong tindak kejahatan dan meningkatan kerawanan sosial.
"Dari sisi penyalahgunaannya, biaya pemakaian narkoba yang harganya tergolong mahal, mendorong para pemakai melakukan tindak kejahatan, seperti pencurian dan perampokan," tandas Baskami sembari mengajak semua pihak untuk terus "memerangi" peredaran narkoba.(*).

Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com