Ketua DPRD SU dan Tim Investigasi Tinjau Penyebab Banjir Bandang di Parapat


420 view
Ketua DPRD SU dan Tim Investigasi Tinjau Penyebab Banjir Bandang di Parapat
Foto SIB/Linggom Parhusip
Ketua DPRD SU Baskami Ginting dan Ketua Tim Investigasi DPRSU Parsaulian Tambunan dan rombongan meninjau lokasi-lokasi penyebab banjir bandang dan longsor di Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Kamis (20/5/2021).
Parapat (harianSIB.com)

Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting dan Tim Investigasi DPR Sumut meninjau penyebab banjir bandang dan bencana longsor di Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Kamis (20/5/2021).

Seperti dilaporkan jurnalis koran SIB Linggom Parhusip, Baskami dan Tim Investigasi didampingi rombongan Kelompok Pengelolaan Hutan (KPH) II Wilayah Pematangsiantar meninjau kondisi titik bajir bandang di hilir Sungai Batu Gaga Parapat, di atas perbukitan dan muara aliran Sungai di wilayah Hutan Sitahoan tepat berada di atas wilayah Parapat.

Baskami, ketika dimintai keterangan menyampaikan, saat ini tim investigasi DPRD SU turun ke Parapat mengumpulkan data penyebab banjir bandang dan bencana longsor di Parapat.

"Saat ini tim masih meninjau ke Parapat untuk mengumpulkan data agar dapat disimpulkan penyebab banjir bandang dan bencana longsor, kemudian kita akan mendorong pemerintah untuk melakukan tindakan dan langkah-langkah cara mengatasi banjir," ujar Baskami.

Sementara Ketua Tim Investigasi DPRD SU Parsaulian Tambunan di sela-sela peninjuan lapangan di aliran sungai kawasan Hutan Sitahoan menyampaikan peninjauan Tim Pansus DPRD SU masih sebatas menginventaris data dan permasalahan-permasalahan yang terjadi di KPH II Wilayah Pematangsiantar agar dapat menemukan penyebab dan penanganannya.

Disampaikannya, Tim Pansus DPRD SU telah meminta data dari KPH II Wilayah Pematangsiantar dan menunjukan batas wilayah hutan serta bersama-sama meninjau titik banjir dan longsor di hilir Sungai Batu Gaga, Perbukitan Bangun Dolok dan aliran sungai ,di kawasan Hutan Sitahoan.

"Sesuai hasil peninjuan, titik banjir bandang dan longsor di Parapat berada di wilayah perbukitan Parapat dan masih di luar kawasan hutan. Di atas perbukitan ditemukan pemukiman masyarakat dan aktifitas penambangan rakyat berskala kecil. Sejauh ini, Tim Pansus DPRD SU belum dapat menyimpulkan penyebab banjir badang dan longsor di Parapat," kata Tambunan.

Sementara Anggota Tim Investigasi lainnya, Rudy Hermanto meminta KPH II Wilayah Pematangsiantar menghentikan penebangan kayu di perbukitan Kawasan Danau Toba karena struktur dan kemiringan tanah sangat terjal sehingga rawan longsor.

Sementara Kepala KPH II Wilayah Pematangsiantar Syofniar menyampaikan banjir bandang di Parapat disebabkan air di sungai Batu Gaga meluap yang bermuara ke Danau Toba."Titik penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Parapat di luar kawasan hutan dan termasuk Kawasan Hutan Daerah Tujuan Khusus (KHDTK). Dan di daerah perbukitan titik longsor tidak ada aktifitas penebangan kayu dan sungai Batu Gaga Parapat tidak berkaitan atau terhubung dengan Sungai Sitahoan yang berada diatas perbukitan Sitahoan," ujarnya.(*)

Editor
: Robert/Eva R Pelawi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com