Ketua DPRD Simalungun Ingatkan Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan Waspadai Penyakit PMK pada Sapi


126 view
Ketua DPRD Simalungun Ingatkan Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan Waspadai Penyakit PMK pada Sapi
Kolase/harianSIB.com
Timbul Jaya Sibarani & Robert Pangaribuan.
Simalungun (SIB)
Ketua DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani mengingatkan Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan untuk mewaspadai dan melakukan upaya pencegahan mengantisipasi munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang ternak sapi, kerbau, domba, kambing.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD Simalungun, Kamis (12/5) mengingat sedang berkembangnya PMK menyerang ternak sapi di daerah Jawa Timur dan Aceh.

Lebih lanjut disampaikannya, pencegahan sedini mungkin harus dilakukan guna membantu para peternak agar ternaknya tidak terserang PMK.

Kalau sudah terkena, dampaknya ekonomi masyarakat menjadi terganggu. Seperti diketahui beberapa kecamatan di Simalungun banyak peternak sapi, sebutnya.

Di tempat terpisah, Kadis Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan, Robert Pangaribuan mengatakan untuk antisipasi munculnya PMK, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) ditujukan kepada camat, lurah, pangulu nagori dan tenaga paramedik perihal kewaspadaan dini wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Simalungun.

Pihaknya berharap seluruh pihak terkait agar mensosialisasikan SE tersebut kepada masyarakat.

Adapun isi SE tersebut yakni 1. Melakukan pengawasan lalu lintas masuk dan keluar ternak sapi, kerbau, domba, kambing dan babi, beserta dengan produknya di Kabupaten Simalungun.

2. Meminimalkan pergerakan lalu lintas ternak antar kabupaten/kota, khususnya ternak sapi, kerbau, domba, kambing dan babi. 3. Melakukan pendampingan dan pembinaan kepada peternak sapi, kerbau, domba, kambing dan babi di Kabupaten Simalungun dalam hal peningkatan sanitasi higiene dan biosecurity pada ternak. 4.

Melaporkan segera jika ada kasus kecurigaan gejala PMK pada ternak sapi, kerbau, domba,kambing dan babi (demam tinggi 39-41°C, air liur berlebihan dan berbusa, luka lepuh di lidah, kuku dan mukosa rongga mulut, tidak mau makan, sulit berdiri, nafas cepat).

5. Melarang pemasukan, perdagangan/ jual beli ternak sapi, kerbau, domba, kambing dan babi dari daerah wabah penyakit PMK (seperti Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Aceh).

Lebih lanjut disampaikan Robert, masa inkubasi PMK yang menyerang ternak sapi tersebut 1-14 hari. Oleh karenanya, jika masyarakat melihat ternak sapinya mengalami PMK, pihaknya menyarankan agar melakukan karantina ternak yang sakit dan berkoordinasi dengan petugas peternakan di kecamatan, sebut Robert. (D4/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com