Ketua Kelompok Tani Ombudsman Aksi Tunggal di Depan Kantor Gubernur

* Desak Harga Pupuk Subsidi Distabilkan

214 view
Ketua Kelompok Tani Ombudsman Aksi Tunggal di Depan Kantor Gubernur
Foto: SIB/Danres Saragih
AKSI: Ketua Kelompok Tani Ombudsman Simalungun Lipen Simanjuntak menggelar aksi tunggal di depan Kantor Gubernur Sumut, Selasa (22/2). 

Medan (SIB)

Ketua Kelompok Tani Ombudsman Simalungun, Lipen Simanjuntak menggelar aksi tunggal di depan Kantor Gubernur Sumut, Selasa (22/2). Dia meminta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi segera menstabilkan harga pupuk subsidi di Kabupaten Simalungun.


Bila Gubernur Sumut tak segera merespon keluhan para petani, dia berjanji akan membawa ribuan petani ke kantor gubernur untuk melakukan aksi unjukrasa.


Dikatakan, akibat mahalnya harga pupuk subsidi, banyak petani gagal panen, akibat tanaman tidak dipupuk. Akhirnya berdampak kepada anak-anak petani tidak bisa melanjutkan sekolah maupun pendidikannya karena tidak bisa membayar uang sekolah.


Selama ini katanya, dilihatnya di kios-kios tingkat pengecer harga pupuk subsidi sangat mahal sehingga tidak lagi terjangkau petani yang semakin terpuruk kehidupannya akibat adanya pergeseran penggunaan pupuk subsidi untuk tanaman sawit.


"Kalau gubernur tidak menanggapi keluhan petani, maka Ketua Kelompok Tani Ombudsman akan berangkat ke Jakarta menjumpai Presiden RI, Kapolri dan Menteri Pertanian," ungkap Lipen Simanjuntak yang begitu giat memperjuangkan kepentingan rakyat miskin.


Sebelumnya, masyarakat petani di Kabupaten Simalungun mengeluh akibat tingginya harga pupuk bersubsidi yang dijual, di kios pupuk yang rata-rata dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.


Atas keluhan masyarakat itu, Ketua Kelompok Tani Ombudsman Lipen Simanjuntak telah melaporkan lebih kurang 500 pengecer pupuk yang ada di Kabupaten Simalungun ke Polda Sumut, Senin (14/2) lalu. Namun menurut Lipen belum ada tindakan nyata sehingga harga pupuk tetap tinggi.


Dijelaskan, harga pupuk subsidi di kios Kabupaten Simalungun menurut data yang dikumpulkannya, terpantau mulai Rp160.000 hingga Rp 200.000 setiap sak.


"Saat ini petani Simalungun menjerit karena susah mendapat pupuk, kalaupun ada harganya mahal. Tingginya harga tidak sesuai dengan harga jual gabah padi dan jagung yang dijual petani yang harga Rp 4.000 per kg. Sementara pupuk Urea dan Ponstan rata-rata dijual dengan harga Rp 200.000 per sak. Padahal harga HET cuma Rp 2.250/kg atau 1 sak Rp112.000," jelasnya. (A13/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com